Azwar Anas, Tokoh Minang yang Membumi itu Wafat di Usia 90 Tahun

219

Menjelang usianya yang ke-90, Azwar Anas meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu 5 Maret 2023, sekira pukul 11.45 WIB. Tokoh nasional asal Sumatera Barat (Sumbar) ini sudah beberapa bulan yang lalu sakit lantaran mengalami gangguan pernapasan. Urang Minang pun merasakan kehilangan yang membumi.

Letnan Jenderal TNI (HOR) (Purn) Ir H Azwar Anas Datuak Rajo Suleman adalah seorang tentara, teknorat, birokrat, politikus, dan administrator sepak bola Indonesia.

Ketua Majelis Pembina Pusat Perti ini lahir pada 2 Agustus 1933 di Padang. Ia adalah anak ketiga dari pasangan Anas Malik Sutan Masabumi (ayah) dan Rakena Anas (ibu), yang memiliki 10 orang anak. Ayahnya yang masih memiki garis keturunan dengan Raja Pagaruyung terakhir, yakni Sutan Bagagarsyah. Sementara ibunya berasal dari Koto Sani, Solok.

Semula berencana menjadi dosen di almamaternya yakni pendidikan kimia di Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Bandung, yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Namun, pada tahun 1959 Anas bersama ratusan sarjana diperintahkan mengikuti wajib militer oleh pemerintah menyusul diberlakukannya status keadaan bahaya darurat perang.

Ia menjalani latihan pendidikan militer di Sekolah Perwira Cadangan (Sepacad) di Bogor selama 6 bulan hingga 1960. Ia lulus dan dilantik Presiden Soekarno sebagai letnan satu dalam upacara militer di Bogor. Para lulusan diberi dua pilihan yaitu aktif masuk militer atau kembali ke pekerjaan semula.

Baca Juga:  Di Madinah Ustaz Syafiq Basalamah Doakan Andre Rosiade jadi Gubernur Sumbar

Azwar memilih untuk bergabung dengan militer. Nah, dari sinilah namanya mulai dikenal luas. Tahun 1967, Mayor Azwar Anas diangkat sebagai Direktur PT Purna Sadhana Pindad, anak perusahaan Pindad dalam bidang industri sipil. Pelanggan mereka adalah pabrik-pabrik semen seperti Semen Padang dan Semen Gresik.

Di akhir tahun 1969, Gubernur Sumbar Harun Zain memanggil Azwar Anas pulang kampung untuk menjadi Direktur PN Semen Padang. Azwar Anas pun menjabat sebagai Dirut PT Semen Padang selama delapan tahun (1970-1977). Kemudian karirnya terus menanjak menjadi Gubernur Sumatera Barat selama dua periode (1977–1987). Menteri Perhubungan Indonesia pada Kabinet Pembangunan V (1988–1993). Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada Kabinet Pembangunan VI (1993–1998). Azwar Anas juga pernah menjadi Ketua Umum PSSI 1991-1999.

Selama karir di militer dan pemerintahan, Azwar Anas telah meraih beberapa penghargaan seperti; Satyalancana Penegak, Satyalancana Kesetiaan VIII, Satyalancana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia (1974), Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Republik Indonesia (1986), dan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Republik Indonesia (1992). (*)