Pertamina Tambah Impor Minyak Mentah

Salah satu kilang Pertamina. Seiring harga minyak dunia turun, Pertamina bakal menambah impor minyak mentah. (JPG)

PT Pertamina (Persero) memanfaatkan penurunan harga minyak dunia dengan menambah impor minyak mentah. Padahal, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) saat ini sedang menurun.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, penambahan impor ini untuk menjamin pasokan energi di Tanah Air. Tambahan pasokan minyak mentah nantinya disimpan dalam tangki darat atau terapung di Indonesia.

“Tambahan impor minyak mentah akan meningkatkan ketersediaan dalam negeri yang akan diolah di kilang Pertamina,” katanya di Jakarta, kemarin.

Padahal, pasokan BBM Pertamina masih cukup banyak. Perusahaan mencatat, pasokan untuk produk jenis gasoline seperti Premium, Pertalite, dan Pertamax aman di atas 22 hari.

Bahkan pasokan produk Pertamax Turbo mencapai 42 hari dan minyak tanah mencapai 89 hari. Produk jenis gasoil yakni Solar dan Dexlite mencapai level di atas 24 hari.

Untuk pasokan Pertamina Dex secara nasional tercatat mencapai 53 hari. Di sisi lain, Pertamina justru mencatat penurunan konsumsi BBM secara signifikan karena banyak masyarakat yang kini bekerja di rumah.

Penurunan konsumsi harian BBM sebesar 16 persen menjadi 113 juta liter dari rata-rata konsumsi normal harian sebesar 134 juta liter,” ungkapnya.

Sementara, konsumsi elpiji subsidi 3 kg secara harian naik hampir 1 persen menjadi 22.117 metrik ton dari konsumsi normal sebesar 21.927 metrik ton.

Pertamina pun telah menyiapkan pasokan elpiji secara nasional di level 16 hari. “Walaupun terdapat kuota yang telah diatur oleh regulator, namun disesuaikan dengan permintaan. Penambahan fakultatif dari masingmasing pemerintah daerah dapat diberikan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Fajriyah mengatakan, banyak konsumen yang beralih ke elpiji non subsidi khusus rumah tangga seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg. Terbukti dari adanya peningkatan konsumsi produk tersebut hingga 9 persen dalam 3 minggu terakhir. (*)