Mitra Media, Aqua: Kapusdatinkom BNPB Harus Mau Menerima Masukan

Pelantikan Raditya Jati (kanan) dan Agus Wibowo di Jakarta, Selasa (5/5/2020). (Foto: Humas BNPB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo diwakili Sekretaris Utama BNPB Harmensyah telah melantik pejabat pimpinan tinggi pratama setingkat eselon II, di lingkungan BNPB pada Selasa (5/5/2020) di Graha BNPB, Jakarta.

Agus Wibowo yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan, ganti posisi dengan Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana di bawah Deputi Bidang Sistem dan Strategi Raditya Jati.

Pakar Komunikasi Aqua Dwipayana mengatakan, Raditya Jati harus segera menyesuaikan diri. Beradaptasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Letjen TNI Doni Monardo, sehingga dapat menginfokan ke masyarakat berbagai hal terkait penanganan wabah korona di tanah air.

Aqua sangat mengapresiasi keputusan Doni mengganti Kapusdatinkom BNPB. Dalam situasi pandemi korona ini, kata Aqua, jabatan strategis tersebut mesti diemban pejabat yang mampu segera beradaptasi dengan semua pihak, baik internal maupun eksternal.

“Kapusdatinkom BNPB itu posisinya strategis sekali. Untuk kelancaran dan kesuksesan tugas-tugasnya dibutuhkan orang yang bisa berkomunikasi secara baik dengan semua pihak dan fleksibel,” ujar Aqua.

Menurut mantan wartawan Harian Jawa Pos (Grup Padek.co) itu, ada tiga hal penting yang mutlak harus dimiliki Raditya dan konsisten dilaksanakan agar sukses sebagai Kapusdatinkom BNPB.

“Semua hal tersebut ada pada diri Doni sehingga Raditya sebagai bawahannya tinggal mencontohnya saja.

Pertama, harus rendah hati. Ini sangat penting agar di mana pun dia berada, baik di internal maupun eksternal keberadaannya diterima lingkungan. Dengan begitu mudah beradaptasi dan semua program kerjanya dapat dilaksanakan dengan baik,” ingatnya.

Kedua, lanjutnya, mau belajar. Kapusdatinkom BNPB harus mengetahui banyak hal terkait tugas-tugasnya. Untuk itu kapanpun dan di manapun berada harus mau belajar pada siapa saja, terutama hal-hal yang ada hubungannya dengan pekerjaannya di BNPB.

“Belajar pada banyak orang tentang berbagai pengetahuan sama sekali tidak ada ruginya. Untungnya banyak sekali karena ilmu dan wawasannya jadi bertambah,” tambah doktor Unpad yang dikenal sebagai motivator nasional itu.

Ketiga, Kapusdatinkom BNPB harus mau menerima masukan dari siapa saja. Dalam hal ini, jangan melihat orang yang menyampaikan pesan, tapi simak semua saran yang disampaikan.

Jangan pernah sekali pun alergi pada usulan dari berbagai pihak. Selain itu, meningkatkan hubungan dengan media. Kemitraan dengan media strategis sekali sehingga perlu terus-menerus dipelihara dan ditingkatkan.

“Jika Pak Raditya mau secara serius dan sungguh-sungguh secara konsisten melaksanakan semua itu dan meneladani Pak Doni, saya yakin sukses sebagai Kapusdatinkom BNPB,” tandasnya.

Selasa (5/5/2020), kata Aqua, dirinya mendiskusikan dengan Doni tentang pergantian Kapusdatinkom BNPB. Aqua memberikan saran serupa ke Doni. “Terima kasih Pak Aqua. Tolong dibimbing dan dibantu agar Pak Raditya dapat memperluas jaringannya termasuk dengan teman-teman media,” pinta Doni.(esg)