Hindari Macet, Jadwal Masuk Sekolah Diundur

53
MENGULAR PANJANG: Puluhan kendaraan terjebak macet saat melewati jalur alternatif dari arah Lasi, Kabupaten Agam menuju Simpang Bukit, tepatnya di kawasan Bukit Batabuah, Agam, Selasa (3/5). Jalur ini merupakan jalan alternatif Padang-Payakumbuh.(SY RIDWAN/PADEK)

Gelombang arus balik menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mulai tampak. Kemarin Jasa Marga mencatat peningkatan arus kendaraan 44,9 persen dari lalu lintas normal. Total 195.453 kendaraan mengalir masuk Jabodetabek.

Kepadatan lalu lintas di jalan tol trans-Jawa juga terlihat kemarin (5/5) siang. Dari pantauan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mulai pukul 06.00 sampai 18.00 pada Rabu lalu, tren kendaraan yang melintas melalui jalan tol Cipali sebenarnya sudah meningkat.

Demikian juga pantauan CCTV NTMC, Command Center PJR, serta peta digital. Untuk menangani arus balik kali ini, Kemenhub bersama Korlantas Polri sepakat melakukan pengaturan lalu lintas yang sedikit berbeda dengan arus mudik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa data yang masuk pada 4 Mei menjadi tanda sudah ada pemudik yang kembali ke perantauan. Karena itu, arus balik bergerak lebih awal. ”Menjadi indikasi bahwa masyarakat sudah kembali lebih awal.

Dengan kesepakatan ini, insya Allah bisa mengurangi kepadatan saat puncak arus balik pada 6-8 Mei nanti,” kata mantan direktur utama PT Angkasa Pura II itu. Beberapa pengaturan yang sudah disiapkan Kemenhub dan Korlantas Polri, antara lain, mengintensifkan rekayasa lalu lintas di jalan tol Cipali.

Hal tersebut berdasar evaluasi bahwa jalan tol Cipali tidak akan mampu menampung kepadatan arus balik, baik pada jalur A maupun B, tanpa rekayasa lalu lintas. Diketahui, volume to capacity (VC) ratio tol Cipali adalah 1,19. Artinya, volume kendaraan sudah melebihi kapasitas jalan.

Kemudian, rekayasa lalu lintas yang semula akan dilaksanakan pada 6 Mei dimajukan mulai kemarin. Atas diskresi Korlantas Polri, pukul 15.35 kemarin Jasa Marga melakukan contraflow. Mulai Kilometer 70 sampai Kilometer 47.

”Dengan pertimbangan situasi dan kondisi tingginya volume lalu lintas,” terang Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Trans-Jawa Toll Road Regional Division Tody Satria.

Khusus rekayasa lalu lintas one way, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menyampaikan, bakal ada sedikit perbedaan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus balik. ”Salah satunya karena pada arus mudik lalu lintas terdistribusi ke berbagai wilayah tujuan,” ungkap Heru.

Ada pemudik yang menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara itu, saat arus balik, gelombang kendaraan terpusat ke Jabodetabek. ”Yang koridor utama menuju wilayah Jabodetabek tersebut adalah jalan tol Jakarta-Cikampek,” jelas dia.

Menurut Heru, kapasitas jalan tol yang terbatas harus diimbangi dengan rekayasa lalu lintas. Bukan hanya contraflow, skema one way juga dibutuhkan. Di samping tujuan kendaraan yang terkonsentrasi ke Jabodetabek, Heru menyatakan bahwa periode arus balik lebih pendek jika dibandingkan dengan arus mudik.

Sampai H+2, masih banyak pemudik yang keluar Jabodetabek. Namun, untuk arus balik, kendaraan diprediksi melonjak pada akhir pekan ini. Sebab, Senin (9/5) banyak pekerja yang harus kembali bertugas. Kondisi itu pula yang diantisipasi instansinya bersama aparat kepolisian.

Heru mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan Korlantas Polri untuk menetapkan indikator penentu pemberlakuan contraflow dan one way.

”Yaitu, menggunakan kendaraan per jam yang melewati gerbang tol utama seperti Gerbang Tol Kalikangkung, Gerbang Tol Palimanan Utama, Gerbang Tol Cikampek Utama, dan Gerbang Tol Kalihurip Utama,” imbuhnya.

Mereka juga memperhitungkan waktu persiapan pelaksanaan contraflow dan one way. Yakni, sekitar satu jam untuk contraflow dan dua jam untuk one way. Keran buka tutup dua rekayasa lalu lintas itu, lanjut Heru, ditentukan melalui tiga indikator.

Jika ada 3.500 kendaraan per jam di Gerbang Tol Kalikangkung, one way diberlakukan di jalan tol Batang-Semarang sampai tol Palimanan-Kanci. Kemudian, jika jumlah kendaraan mencapai 4.000 unit per jam di Gerbang Tol Palimanan Utama, one way diberlakukan di jalan tol Cikopo–Palimanan sampai Kilometer 70 jalan tol Jakarta–Cikampek.

Sementara itu, bila 6.200 kendaraan per jam hasil akumulasi lalu lintas di Gerbang Tol Kalihurip Utama dan Gerbang Tol Cikampek Utama, one way diberlakukan di jalan tol Jakarta–Cikampek. Dengan parameter tersebut, pemberlakuan rekayasa lalu lintas di jalan tol menuju Jabodetabek bakal lebih fleksibel.

Baca Juga:  Jamin Pasokan Daging Aman, Pemerintah Diminta Proaktif Atasi Kasus PMK

Heru mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu terpaku pada pengumuman jam pemberlakuan contraflow maupun one way yang sudah disosialisasikan. Sebab, dua rekayasa lalu lintas itu bisa dilakukan kapan saja. Menyesuaikan kondisi lalu lintas di jalan tol.

”Pemberlakuan (rekayasa lalu lintas) itu merupakan diskresi kepolisian dengan tetap melihat kondisi terkini di lapangan,” imbuhnya.

Heru juga meminta pengertian masyarakat apabila terjadi perubahan di luar informasi yang telah disampaikan. ”Perubahan jadwal ataupun lokasi one way sangat mungkin terjadi mengingat dinamisnya lalu lintas nanti,” kata dia.

Tentu informasi mengenai hal itu bakal terus di-update. Karena itu, dia juga menyarankan agar masyarakat yang hendak kembali ke perantauan melalui jalan tol Jakarta–Cikampek terus memantau perkembangan informasi tersebut.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Firman Shantyabudi menyampaikan bahwa aparat kepolisian bakal menempatkan petugas di beberapa titik menjelang gerbang tol. Itu dilakukan untuk mencegah masyarakat menunggu pemberlakuan one way di jalan tol selesai.

Sebab, one way bakal full dilakukan dari Gerbang Tol Kalikangkung di Kilometer 414 sampai Jakarta. ”Tidak ada alternatif (rekayasa lalu lintas lain) kecuali one way full,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah telah menyiapkan satu fasilitas rest area untuk para pemudik motor yang berlokasi di Jembatan Timbang (JT) atau Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Balonggandu, Kabupaten Karawang. Rest area itu tersedia mulai 3 sampai 10 Mei.

”Diharapkan, para pemudik dapat beristirahat sejenak serta menikmati fasilitas yang telah disediakan, misalnya kursi pijat,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi.

Rest area juga dilengkapi dengan tempat bermain anak, fasilitas pengisian daya telepon genggam, kursi pijat, musala, toilet, tenant UMKM lokal, serta makanan dan minuman gratis. Ada juga pos kesehatan untuk pemudik.

”Apabila pengemudi roda dua maupun roda empat sudah kelelahan, jangan memaksa melanjutkan perjalanan. Masyarakat dapat memanfaatkan JT Balonggandu ini agar perjalanan Anda dapat tetap aman, nyaman, dan selamat sampai ke rumah,” bebernya.

Jadwal Libur Diubah

Selain rekayasa lalu lintas, upaya lain dilakukan untuk mencegah kemacetan saat arus balik. Salah satunya mengatur jadwal libur sekolah. Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, anak-anak kembali masuk sekolah pada 12 Mei. Pengaturan itu diharapkan tidak berbarengan dengan jadwal orang-orang kembali bekerja.

Seperti diketahui, cuti bersama berlaku sampai Jumat (6/5) sehingga aktivitas bekerja dimulai kembali pada Senin (9/5). Dengan anak-anak kembali sekolah pada 12 Mei, harapannya orang tua tidak buru-buru kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Itu bisa mengurangi beban jalan tol pada puncak arus balik.

Inung Kurnia, orang tua siswa yang bersekolah di Jakarta, mengatakan, informasi masuk sekolah pada 12 Mei diumumkan cukup lama. ”Orang tua diberi tahu pada 28 April lalu,” katanya.

Meskipun anaknya masuk sekolah pada 12 Mei, Inung kembali ke Jakarta pada 5 Mei kemarin. Dia sejak awal berniat balik dari wilayah Yogyakarta lebih awal. Dia menghindari puncak arus balik pada Jumat atau Sabtu (6-7/5).

”Sekarang sudah sampai Pemalang. Saya mudik bersama keluarga menggunakan mobil,” katanya. Dia bersyukur tidak menemui kemacetan yang signifikan. Kemendikbudristek menyambut baik pengaturan jadwal masuk sekolah itu. Apalagi, tujuannya mencegah kemacetan parah saat arus balik Lebaran 2022.

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek Anang Ristanto mengatakan, Kemendikbudristek menekankan bahwa jadwal masuk sekolah setelah libur Lebaran memang fleksibel. Dia juga menyebutkan, Kemendikbudristek sudah berkomunikasi dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tabrani menyatakan, semula anak-anak sekolah masuk pada 9 Mei. Itu menyesuaikan dengan kalender libur dan cuti bersama Idul Fitri 2022.

Tetapi, kemudian ada rapat koordinasi dengan pemerintah pusat dan memutuskan anak-anak kembali sekolah pada 12 Mei. Kebijakan itu dibuat agar tidak ada kepadatan lalu lintas yang datang ke wilayah Banten.

Jadi, menurut Tabrani, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas karena kepulangan serentak pada 8 Mei. ”Mudah-mudahan kebijakan ini akan mengurangi kepadatan lalu lintas,” ucapnya. (syn/tau/wan/c19/oni/jpg)