TNI Harus Adaptasi Karakter Baru

17
Prajurit Kopassus dipimpin Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan saat mengikuti upacara HUT ke-75 TNI di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta, kemarin (5/10). (jawapos.com)

Tidak ada defile pasukan yang unjuk kemam-puan, atau konvoi kendaraan tempur dan pameran alutsista. Tidak ada pula fly pass pesawat-pesawat tempur yang dikemudikan pilot-pilot kebanggan Indonesia. Peringatan hari jadi ke-75 TNI kemarin dilakukan secara sederhana di ruang utama Istana Negara Jakarta.

Pandemi Covid-19 membuat peringatan HUT TNI tidak bisa dilaksana-kan sebagaimana biasa. Hanya ada perwakilan tiap matra TNI yang jum-lahnya bisa dihitung jari sebagai peserta upacara di istana. Selebihnya, terhubung secara virtual dari markas komando masing-masing.

Namun, perayaan sederhana itu membawa berkah bagi sejumlah prajurit TNI yang bertugas. Usai upacara, Presiden Joko Widodo selaku panglima tertinggi TNI berbincang dengan mereka melalui video konferensi. Salah satunya dengan pasukan perdamaian TNI yang sedang bertugas di Kongo.

Presiden mengatakan, HUT TNI dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. ”TNI adalah penjaga utama kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah NKRI,” ujar presiden. Tidak hanya melalui operasi militer perang (OMP), namun juga lewat operasi militer selain perang (OMSP). Salah satunya dalam mengatasi bencana non alam berupa pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan itu, presiden Kembali mengingatkan tentang transformasi TNI. Dia meminta agar militer Indonesia mampu mengadopsi perkembangan terkini berbasis teknologi nano dan otomatisasi. Setelah sebelumnya TNI mentransformasi organisasinya dengan membentuk satuan-satuan baru.

Seperti divisi 3 kostrad, komando operasi 3 angkatan udara, armada 3 angkatan laut, dan pasukan marinir ketiga. Juga 3 komando gabungan wilayah pertahanan, 3 skuadron drone angkatan udara, dan satuan cyber TNI. Karena yang dihadapi saat ini adalah lompatan teknologi militer dan karakter baru pertempuran dengan daya hancur lebih besar.

Baca Juga:  Epson Luncurkan InkTank System Printer dan Business InkJet Printer 

Maka, investasi pertahanan pun dilakukan untuk jangka panjang. Sehingga TNI mampu menjadi kekuatan perang modern. Presiden juga mengapresiasi peran TNI dalam mitigasi Covid-19. ”Baik dalam pendisiplinan protokol kesehatan maupun dalam perawatan di rumah sakit TNI,” lanjut Presiden. TNI juga aktif dalam penanganan kebencanaan seperti kebakaran hutan dan bencana alam.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memastikan, perintah presiden untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan terus berjalan. Di hari spesial TNI kemarin, Hadi menekankan kembali pentingnya sinergi dengan Polri guna menuntaskan tugas itu. Bukan hanya di level pusat, sinergi TNI dengan Polri juga harus mengakar kuat sampai ke daerah.

”Saya yakin bahwa sinergi TNI-Polri adalah kebutuhan bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Apalagi dalam tugas penegakkan disiplin protokol kesehatan. Peran kedua institusi tersebut dinilai penting. Untuk itu, panglima meminta selu-ruh jajaran TNI tidak putus berkoordinasi dengan Polri. Selain tugas penanggulangan pandemi virus korona, Hadi menyatakan, kerja sama den-gan Polri juga dibutuhkan untuk melaksanakan tugas menjaga kedaulatan Indonesia. ”Menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah NKRI,” ungkap dia. (byu/syn/jpg)