Tompi Kritik Kebijakan Pembebasan Napi

Penyanyi sekaligus dokter, Tompi mengkritik kebijakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang berniat membebaskan narapidana terkait pencegahan penyebaran virus korona atau covid-19 di tahanan.

Tompi menilai langkah tersebut tidak efektif untuk mencegah penyebaran virus korona. Sebab menurutnya narapidana otomatis sudah aman di dalam penjara dari ancaman virus.

”Mencegah penularan korona itu bukan dengan membebaskan napi wahai tuan menteri. Napi itu secara otomatis sudah di-lockdown, mereka aman di dalam isolasi, cegah kontak dari luar. Kalau tak sanggup memeriksa pengunjung, ya tiadakanlah kunjungan,” tulis Tompi lewat akun Twitter miliknya, Senin (6/4).

Pelantun lagu Sedari Dulu itu merasa apabila narapidana dibebaskan justru berpotensi tertular virus korona di lingkungan. Sehingga membuat pemerintah dan tenaga medis semakin repot mengurusi pasien.

”Bila tuan menteri bebaskan mereka, lalu mereka di luar sana kontak, tetap saja akan kena korona. Nanti negara makin pusing ngurusin-nya. Kasus yang ada saja sudah bikin sakit kepala,” bebernya.

Tompi lantas menyarankan agar kebijakan pencegahan penyebaran virus korona diambil alih oleh bidang medis dan kesehatan. ”Sekali lagi, ‘cara memutuskan rantai penularan corona’ biar tuan-tuan di bidang medis dan kesehatan komunitas yang leading. Semoga masukan ini bermanfaat,” tutup Tompi. (*)