WNA China Masuk Indonesia, Athari: Harusnya Dilarang Untuk Seluruhnya

43

Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Athari Gauthi Ardi.

Masuknya sejumlah tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia di saat pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini, mendapat reaksi keras di Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Athari Gauthi Ardi.

“Masa mudik dilarang tetapi penduduk asing bisa masuk. Harusnya pelarangan ini berlaku untuk seluruhnya,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI asal Sumbar ini, Jumat (7/5/2021).

“Saya berharap pemerintah bijak dan segera menutup seluruh arus keluar masuk di sektor perhubungan darat laut maupun udara. Baik domestik ataupun luar negeri. Jangan pilih kasih,” tegasnya.

Seperti diketahui, informasi yang dilansir detik.com menyebutkan, informasi Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, terdapat 85 WNA China yang masuk ke Indonesia menggunakan pesawat carter pada 4 Mei lalu. Selain itu, ada tiga WNI yang tiba di RI dengan pesawat yang sama.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara dalam keterangannya, Kamis (6/5), menyampaikan sebanyak 85 WNA asal China dan 3 WNI mendarat dengan pesawat China Southern Airlines (charter flight) dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen.

Ia mengungkap, 85 WNA China dan 3 WNI itu tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/5) pukul 14.55 WIB. Saat tiba, puluhan WNA China dan 3 WNI itu menjalani pemeriksaan oleh pihak KKP Kemenkes. Sebelumnya dilakukan pemeriksaan keimigrasian. Ia mengungkap WNA dan WNI yang datang ke RI itu telah sesuai prosedur, yakni Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020.

Sementara, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget Saragih mengungkap, ada dua WNA asal China yang positif Corona masuk RI, dari total 85 WN China. Saragih menyebutkan, data kedatangan dari China menggunakan beberapa penerbangan dengan waktu kedatangan yang berbeda. Dari keseluruhan yang sudah dilakukan swab pertama, terdapat dua orang positif tanpa gejala.

Baca Juga:  BBM Lancar Selama Lebaran, Andre Puji Pertamina

Kedua warga negara China tersebut kini tengah menjalani isolasi di salah satu hotel DKI Jakarta. Sampel keduanya juga langsung diambil untuk kemudian mengetahui apakah membawa varian baru Corona Inggris, Afrika Selatan, atau Corona India mutan ganda.
Sementara, di sisi lain, kondisi mobilitas masyarakat yang tinggi jelang Lebaran saat ini diwaspadai pemerintah sebagai salah satu faktor penyebab penyebaran virus corona ini.

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) khawatir jika aktivitas masyarakat tidak dibatasi karena merasa sukses vaksinasi, Indonesia akan bernasib sama seperti India yang mengalami tsunami Covid-19 gelombang II saat ini.
Untuk mencegah agar tidak senasib dengan India, pemerintah mengambil kebijakan melarang mudik Lebaran pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini dan memperketat pengawasan orang masuk di setiap perbatasan.

Sebelumnya, terkait larangan mudik ini, Athari Gauthi Ardi juga mewanti-wanti, agar petugas yang bertugas di posko-posko perbatasan mengawasi keluar masuk orang diperbatasan, agar benar-benar profesional dalam melaksanakan tugasnya. Jangan berlebihan mengambil tindakan dalam melaksanakan tugas.

“Yang paling penting saya berharap, jangan ada petugas-petugas yang overreacting (bereaksi berlebihan). Sehingga malah membuat masyarakat tidak nyaman,” tegasnya.(*)