Rapat RAPBN, Nevi Kawal Anggaran Digitalisasi UMKM dan Perbaikan Data

18

Anggota DPR RI asal PKS Nevi Zuairina pada Rapat Paripurna dengan pokok bahasan Rancangan APBN (RAPBN) 2022 yang tengah memasuki pembahasan krusia, tetap menyuarakan alokasi anggaran untuk digitalisasi UMKM dan perbaikan data yang sebelumnya ia bahas di rapat komisi.

Rapat paripurna yang digelar Selasa (6/7/2021) mengagendakan Hasil Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2022 yang dihadiri perwakilan fraksi di DPR.

Nevi mengatakan, Fraksi PKS terus mendorong anggaran untuk penguatan digitalisasi UMKM berbasis data tunggal. Usulan bahasan ini telah dimulai sejak rapat-rapat di Komisi VI tempat ia bermitra dengan pemerintah.

Menurutnya, perbaikan data UMKM penerima bantuan dan membangun Link and Match antara UMKM dengan BUMN, swasta dan pasar mesti segera dibangun sehingga di masa datang ada kemudahan berbagai hal dalam tata kelola industri dan perdagangan secara nasional.


“Anggaran untuk digitalisasi UMKM sangat penting untuk meningkatkan penjualan produk UMKM dalam masa pandemi ini. Kebijakan yang nantinya akan menguntungkan rakyat banyak mesti segera, sehingga rakyat dapat merasakan secara langsung kebijakan negara baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Nevi, pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan perilaku masyarakat dalam berbelanja, yang lebih menyukai belanja secara online.

Baca Juga:  Politisi PKS Minta Pemerintah Beri Bantuan UMKM Terdampak PPKM

Jumlah UMKM yang sudah menggunakan teknologi digital baru mencapai 12 juta berdasarkan data Kementerian Koperasi UKM per Februari 2021.

“Ini artinya baru 13 % dari total 64 juta pelaku UMKM, masih sangat kecil,” jelas Nevi.

Nevi merujuk pada Undang Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja, di mana ada pengaturan kebijakan 40% belanja barang dan jasa pemerintah diperuntukan bagi UMKM.

Amanah UU Cipta kerja, harus dioptimalkan khususnya di masa pandemi ini. Belanja barang dan jasa BUMN bisa melibatkan UMKM, sehingga UMKM masuk dalam rantai pasok bagi industri di BUMN dan perusahaan swasta

“Ketika digitalisasi UMKM dan perbaikan data ini sudah terbentuk dengan kokoh, ke depannya diharapkan akan terjadi banyak efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan usaha di kalangan UMKM. UMKM secara bertahap¬† dapat mengubah levelnya yang mikro jadi kecil, yang kecil jadi menengah dan yang menengah sudah keluar dari lingkaran UMKM,” tutur istri dari mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ini.

Selain itu, pertumbuhan UMKM baru juga diharapkan dapat semakin tumbuh dan berkembang lebih banyak secara kuantitas.(rel)