DPR Minta KPU segera Revisi PKPU

19
Guspardi Gaus. (Foto: IST)

Usulan Mendagri Tito Karnavian melakukan kampanye Pilkada serentak 2020 digelar secara virtual, mendapat apresiasi dari anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. KPU RI mesti menindaklanjuti usulan tersebut.

DPR bersama pemerintah, menurut dia, sifatnya hanya memberikan masukan. Keputusan tetap berada pada KPU yang bertindak sebagai penyelenggara pilkada serentak ujar politisi Fraksi Partai Amanat Nasional ini.

”Kalau seandainya tidak memungkinkan seperti kampanye yang lazim, ada ruang untuk melakukan kampanye secara virtual. Seperti sekarang yang kami lakukan di DPR dengan melaksanakan rapat-rapat secara virtual. Kampanye secara virtual melalui media elektronik kan juga bisa,” kata Guspardi Gaus di Padang, kemarin (7/6).

Aanggota DPR asal Sumbar ini menilai, KPU masih memiliki waktu untuk menyusun PKPU yang nantinya mengatur kampanye dilaksanakan secara virtual. Di mana, kampanye Pilkada Serentak 2020 dipersingkat. Di mulai pada 26 September sampai 5 Desember 2020. Sementara pemungutan suara digelar pada 9 Desember 2020. ”Pilkada masih 6 bulan lagi,” kata Guspardi.

Mantan akademisi UIN Imam Bonjol Padang ini dapat memahami bahwa masyarat sangat menginginkan kampanye tersebut secara langsung yaitu, dengan tatap muka sebagaimana lazimnya pada pemilu atau pilkada pada masa lalu.

Namun karena Pilkada serentak 2020 ini dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19, protokol kesehatan harus berjalan dengan ketat dan disiplin dimana aspek kesehatan keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

”Yang sempurna itu dan lebih disukai masyarakat, calon kepala daerah itu melakukan kampanye dengan bertemu langsung dengan masyarakat pemilihnya,” tetapi dengan situasi pandemi virus korona ini memang harus ada penyesuaian sedemikian rupa guna meminimalkan risiko penyebaran virus covid-19,“ tukas dia.

Dia meminta KPU merevisi PKPU 15/2019 yang sudah disepakati untuk ditinjau dan menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Di antaranya, bagaimana mendesain model dan format kampanye virtual memanfaatkan media elektronik, tutup anggota badan legislatif (Baleg) DPR RI ini. (jpg)