Positif Covid Bertambah Menjadi 34 Orang: Karantina 5 Hari, Tes PCR 2 Kali

25
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito.(NET)

Klaster Covid-19 yang muncul dari perhelatan PON XX di Papua membuat satgas Covid-19 membikin kebijakan baru. Mereka menerbitkan adendum kedua dari SE Nomor 17 Tahun 2021 yang khusus memuat ketentuan perjalanan bagi para pelaku PON XX Papua.

Dalam aturan tersebut, seluruh kontingen PON XX Papua 2021, panitia pengawas dan pengarah (panwasrah), anggota KONI pusat, serta pegawai kementerian/lembaga yang mengikuti atau bertugas di kegiatan PON XX Papua wajib melaksanakan protokol kesehatan khusus ketika tiba di daerah asal.

Ketentuan protokol kesehatan khusus itu, antara lain, menjalani tes RT-PCR dan bersedia dikarantina selama 5 x 24 jam di fasilitas karantina/isolasi terpusat yang ditunjuk dan disiapkan pemprov bersama satgas Covid-19 setempat.

Jika tes RT-PCR menunjukkan hasil positif, dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk pemda. Pada hari ke-4 karantina, dilakukan tes PCR kedua.

Jika hasilnya negatif, yang bersangkutan diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk menjalani karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan. Namun, jika hasil RT-PCR kedua menunjukkan positif, dilakukan perawatan/isolasi di rumah sakit yang ditunjuk pemda.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 dalam pergelaran PON XX di Papua bertambah menjadi 34 orang. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, 34 pasien positif Covid-19 tersebut dalam kondisi tanpa gejala.

”Diharapkan, semua pasien positif bisa segera pulih,” kata Wiku, kemarin (7/10). Dia menekankan, seluruh partisipan PON XX Papua wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat saat tiba di provinsi masing-masing.

Kemunculan kasus positif selama PON, lanjut Wiku, langsung ditangani para tenaga kesehatan profesional setempat. Tujuannya, mencegah persebaran kasus terhadap kontingen lain atau masyarakat setempat.

Data per 5 Oktober 2021, terdapat 58 fasilitas isolasi terpusat yang tersebar di Provinsi Papua dengan keterisian 11 persen. Atau, tersisa 2.027 tempat tidur. ”Pemerintah setempat akan mengawasi keluar masuknya pasien dan berupaya keras agar setiap pasien yang menjalani isolasi bisa sembuh sepenuhnya,” ujarnya.

Selain itu, kata Wiku, pemerintah tetap melakukan whole genome sequencing (WGS) sebagai upaya berkelanjutan untuk memantau varian Covid-19 yang mungkin beredar.

Untuk sisa iven PON XX di Papua yang masih berlangsung, Wiku mengungkapkan bahwa pemerintah memperketat monitoring dan evaluasi kepatuhan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

”Kami juga sudah meminta semua kontingen agar membatasi aktivitas di luar pertandingan,” jelasnya. Meski kasus Covid-19 mulai muncul, PON tetap berjalan lancar. Tidak ada penundaan.

Baca Juga:  Jangan Ulangi Kesalahan Picu Covid Naik, Waspadai Pergantian Tahun 2021

”Pertandingan tetap berlangsung, sementara prokes terjaga sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan,” kata Menpora Zainudin Amali saat ditemui Jawa Pos (grup Padang Ekspres) seusai hadir di venue menembak di Kampung Harapan, Jayapura.

Zainudin bakal melakukan evaluasi. Dia akan memanggil petugas terkait kasus Covid-19. Dia ingin memastikan bagaimana penanganan yang dilakukan. ”Saya akan kumpulkan segenap elemen yang terlibat. Kemudian, berusaha meminimalkan risiko Covid-19 melalui berbagai strategi. Di antaranya, penegakan prokes ketat,” tambah Zainudin.

Atlet dan ofisial yang terpapar Covid-18 harus di-tracing. Dengan siapa mereka berinteraksi. Kemudian melakukan tes kepada orang yang sempat kontak. Selain itu, Zainudin meminta ditelusuri dari mana mereka terpapar virus tersebut.

”Karena sebelum datang ke Papua, semua (atlet dan ofisial) sudah melakukan tes PCR,” tegasnya.

Dia juga meminta para atlet tertib aturan. Tidak melakukan kegiatan di luar arena. Aktivitas hanya bisa dilakukan di penginapan atau hotel. Selain itu, atlet atau ofisial yang merasa bergejala harus segera melapor. Jangan diam saja.

”Bila bergejala langsung dites antigen, lalu bisa berlanjut PCR. Kalau positif, diisolasi dan dilakukan tracing untuk sekitarnya,” katanya.

Sejatinya penerapan prokes selama PON XX sangat ketat. Dari pantauan Jawa Pos, PB PON sangat maksimal mencegah penularan Covid-19. Pada setiap venue, ada pos untuk melakukan swab antigen. Setiap penonton yang ingin masuk wajib menjalani tes usap.

Selain itu, penonton wajib menunjukkan bukti dua kali vaksinasi. Jika tidak ada, penonton dilarang masuk. Bahkan, banyak penonton yang balik kucing. Pertama, karena ogah di-swab. Kedua, karena belum menjalani vaksinasi.

Untuk atlet, aturan yang diterapkan juga sangat ketat. Atlet tidak boleh beraktivitas di luar. Selain itu, makanan disuplai dari PB PON. Jadi, semua sudah dikoordinasi dengan baik.

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung sangat memperhatikan atletnya. Dia meminta para atlet mematuhi aturan yang ada. ”Harus ingat prokes, prokes, prokes. Jangan sampai lengah. Meski sehat, harus selalu dijaga semuanya,” kata Erlangga.

Dia juga sudah meminta para atletnya untuk menjaga asupan makanan. ”Jangan ada diet. Asupan nutrisi harus terpenuhi. Itu harus karena untuk menjaga ketahanan tubuh,” tambah Erlangga.

Dia juga sudah membentuk tim satgas di empat wilayah penyelenggara. Yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke. ”Mereka yang bertugas memantau semuanya. Mulai gizi, konsumsi, hingga nutrisi. Semuanya,” terangnya. (tau/wan/gus/c7/oni/jpg)