Kartu Sembako Digulirkan, Ojol Bisa Nikmati Kartu Prakerja

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menambah anggaran untuk meredam dampak wabah virus korona Covid-19 hingga ke lapisan menengah bawah. Salah satunya melalui program kartu sembako.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menjelaskan, program tersebut merupakan perluasan dari program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Awalnya sasaran program ini adalah 15,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Kemudian kartu sembako akan diperluas sasarannya menjadi 20 juta KPM. Saldonya pun ditambah dari yang mulanya Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu per bulan.

Program ini akan dilaksanakan melalui Kementerian Sosial mulai April. Kartu sembako akan diberikan selama sembilan bulan, diperpanjang dari yang tadinya hanya enam bulan untuk BPNT. “Artinya sampai pengujung tahun 2020 diberikan manfaat tambahan menjadi Rp 200.000,” ujarnya dalam video conference, Rabu (8/4).

Askolani menyebut, untuk menambah manfaat dan jumlah sasaran ini, pemerintah perlu merogoh kocek lebih dalam. Dari yang awalnya Rp 28 triliun, menjadi Rp 43,6 triliun. “Total penerima yang di awal APBN hanya 15,2 juta sekarang menjadi 20 juta KPM sampai Desember 2020,” pungkasnya.

Di sisi lain, Askolani mengatakan  program Kartu Prakerja bagi masyarakat terdampak virus korona Covid-19 seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) akan segera diluncurkan hari ini (9/4). Kartu Prakerja akan dirilis oleh jajaran Project Management Office (PMO) dan Menko Perekonomian. “Rencananya sih Kamis akan di-launching dirilis PMO dan Menko Perekonomian,” ujarnya.

Askolani menjelaskan, program Kartu Prakerja tersebut telah dimodifikasi untuk menghadapi dampak virus Covid-19. Anggarannya pun telah dinaikkan menjadi Rp 20 triliun. Nantinya kartu tersebut bukan hanya dapat digunakan oleh masyarakat korban PHK namun perkerja sektor informal seperti ojek online.

“Skemanya diubah. Pemerintah betul-betul menangani Covid untuk mereka mengalami PHK dan sektor informal yang kesulitan oleh dampak Covid-19. Maka akan ada 5,6 juta peserta yang dibantu oleh program Kartu Prakerja,” jelasnya.

Adapun bantuan yang akan diterima penerima manfaat senilai Rp 3,55 juta yang terdiri dari biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif sebesar Rp 600 ribu yang diberikan empat bulan sehingga totalnya Rp 2,4 juta, dan survei Rp 50 ribu sebanyak 3 kali atau totalnya Rp 150 ribu.

“Penerima manfaat pencari kerja yaitu pekerja informal dan formal pelaku usaha yang terdampak Covid minimal usia 18 tahun,” tuturnya. (*)