Ribuan ABK Kapal Pesiar Dievakuasi

50
Data ABK yang dievakuasi. (Grafik)

Panglima Komando Armada (Koarmada) I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono memimpin langsung evakuasi ratusan anak buah kapal (ABK) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin (8/6/2020).

Menurut dia, jumlah ABK dari kapal pesiar yang turun di ibu kota sudah lebih dari tiga ribu orang. Dia memastikan, pihaknya tetap menyiagakan pasukan bila masih ada ABK yang perlu dievakuasi.

Kepada awak media, Heri menjelaskan bahwa ABK yang dievakuasi oleh anak buahnya kemarin bekerja di atas kapal pesiar MV Rotterdam. “Kapal itu berbendera Belanda. ”Kami menerima 343 ABK dari MV Rotterdam,” ungkap dia.

Perwira tinggi bintang dua TNI AL tersebut memastikan seluruh proses evakuasi telah memenuhi standar dan prosedur untuk penanggulangan Covid-19.

Prosedur tersebut dilaksanakan sebelum para ABK turun dari kapal pesiar sampai mereka diantarkan ke lokasi observasi.

Heri menjelaskan, evakuasi ABK dari kapal pesiar sudah dilaksanakan oleh Koarmada I bersama seluruh jajaran di bawahnya sejak April.

Mereka juga berkoordinasi dengan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan instansi-instani lainnya setiap evakuasi dilaksanakan.

Jakarta memang menjadi salah satu titik penurunan ABK kapal pesiar berkewarganegaraan Indonesia yang harus dipulangkan akibat pandemi virus korona.

Selain Jakarta, Kogabwilhan I dan Komando Armada I menyiapkan tim di Batam, Kepulauan Riau. Ada juga ABK dari kapal pesiar yang pulang melalui pelabuhan di Bali. ”Salah satu tugas kami adalah melaksanakan evakuasi terhadap repatriasi atau pemulangan WNI,” imbuhnya.

Dari MV Rotterdam, 342 ABK yang kemarin turun melalui Jakarta International Container Terminal (JICT) langsung dibawa ke Hotel Mercure. ”Untuk melaksanakan isolasi semala 14 hari,” tegasnya.

Petugas medis juga akan memeriksa kesehatan mereka di hotel. Seluruh ABK juga dipastikan dalam pengawasan ketat. Mereka akan mendapat lampu hijau pulang ke rumah masing-masing setelah hasil pemeriksaan rampung.

Metode pemeriksaan, lanjut Heri, menggunakan swab test. Sehingga hasilnya lebih akurat. Berdasar data yang dia miliki, MV Rotterdam merupakan kapal ke-12 yang lego jangkar di Teluk Jakarta untuk menurunkan ABK.

Jauh sebelum kapal tersebut, sudah banyak kapal-kapal lain yang melakukan hal serupa. Terakhir awal pekan lalu MV Westerdam menurunkan 679 ABK lewat Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasar keterangan Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Hermanto, sebelum lego jangkar di Teluk Jakarta, MV Rotterdam sudah melalui perjalanan dari Perancis dan Filipina.

”Kemudian menuju Jakarta dan lego jangkar tiga sampai empat nautical mil (dari Pelabuhan Tanjung Priok),” bebernya. Dari total 343 ABK, satu di antaranya WNA Bosnia.

Karena itu, hanya 342 ABK yang dibawa ke Hotel Mercure. Seorang ABK berkewarganegaraan Bosnia, kata Hermanto, diserahkan kepada kedutaan Bosnia di Jakarta.

”Turun (di Jakarta) untuk kemudian kembali ke negarannya menggunakan pesawat,” bebernya. Berdasar data dari Kogabwilhan I, sampai kemarin tidak kurang 1.266 orang ABK yang dipantau oleh mereka. Seluruhnya tersebar di delapan tempat berbeda. Sebagian besar ABK sudah pulang. (syn/jpg)