Setelah Jokowi, Panglima TNI Kerahkan Hercules Antar Oksigen untuk Sumbar

76

Setelah Presiden Joko Widodo, hari ini (10/8/2021) Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengirimkan bantuan untuk penanganan Covid-19 di Sumbar. Bantuan sebanyak 50 unit konsentrator oksigen.

Bantuan yang dibawa pesawat Hercules C-130 dengan nomor register A-1319 dari Halim Perdanakusuma itu, mendarat tepat pukul 12.45 WIB di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman.

Gubernur Sumbar Mahyeldi langsung menjempit bantuan tersebut. “Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat Sumbar menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden dan Bapak Panglima TNI atas bantuan oksigen yang diberikan,” ungkap Mahyeldi.

Sebagaimana diketahui pada pekan lalu, Presiden Jokowi menelepon Gubernur Mahyeldi. Keesokan harinya langsung mengirimkan bantuan untuk penanganan Covid-19 di Sumbar yang masih tinggi.

“Ketersediaan oksigen memang menjadi salah satu fokus utama Satgas Covid-19 di Sumbar. Karena itu, bantuan Panglima TNI ini begitu besar artinya bagi kami di Sumatera Barat. Kita juga atasi di hulunya dengan menerapkan disiplin prokes tiap kabupaten dan kota,” jelas Mahyeldi.

Sebelumnya, Mahyeldi menjelaskan bahwa kebutuhan oksigen di semua rumah sakit di Sumatera Barat hampir mencapai 22 ton per hari. Kebutuhan ini berhadapan dengan pasokan yang hanya berkisar 9 ton per hari.

“Insya Allah TNI akan terus menjadi kebanggaan rakyat Indonesia, terutama masyarakat Sumatera Barat,” tambah Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi yang turut mendampingi gubernur, menyampaikan bahwa 50 unit konsentrator oksigen ini akan langsung didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

“Bantuan ini nantinya segera kita distribusikan setelah berkoordinasi dengan Denkesyah dan Pak Danrem 032 Wirabraja. Terima kasih kami ucapkan kepada Panglima TNI yang sudah berpartisipasi memberikan dukungan kepada Sumatera Barat dalam upaya penanganan Covid-19,” ujar Arry yang intens menggerakkan sosialisasi taat prokes ke kabupaten dan kota.

Rem Mobilitas

Baca Juga:  Pastikan Tak Ada Kerugian Negara, Beras Disimpan 1,5 Tahun

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya, khususnya TNI dan Polri merespons cepat lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa dan Bali dalam rentang waktu dua minggu terakhir.

Tercatat angka kasus positif di luar Jawa-Bali pada tanggal 25 Juli 2021 sebanyak 13.200 kasus atau 34 persen dari kasus baru nasional, kemudian per 1 Agustus 2021 naik menjadi 13.589 kasus atau 44 persen dari total kasus baru nasional, dan per 6 Agustus 2021 naik lagi menjadi 21.374 kasus atau 54 persen dari total kasus baru secara nasional.

“Saya perintahkan kepada Panglima TNI, kepada Kapolri, untuk betul-betul mengingatkan selalu kepada Pangdam, Kapolda, dan Danrem, Dandim, Kapolres untuk betul-betul secara cepat merespons dari angka-angka yang tadi saya sampaikan. Karena kecepatan itu ada di situ,” kata Presiden dalam arahannya saat memimpin rapat terbatas tentang evaluasi perkembangan dan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (7/8/2021) lalu.

Presiden menyoroti lima provinsi dengan kenaikan kasus paling tinggi per tanggal 5 Agustus 2021, yaitu Kalimantan Timur dengan 22.529 kasus aktif, Sumatera Utara dengan 21.876 kasus aktif, Papua dengan 14.989 kasus aktif, Sumatera Barat dengan 14.496 kasus aktif, dan Riau dengan 13.958 kasus aktif.

Kemudian pada Jumat (6/8), angka kasus aktif di Sumatera Utara naik menjadi 22.892 kasus, Riau naik menjadi 14.993 kasus aktif, Sumatera Barat naik menjadi 14.712 kasus aktif, sementara kasus aktif di Kalimantan Timur dan Papua mengalami penurunan.

“Kalau sudah kasusnya gede seperti itu, mobilitas masyarakat harus direm. Yang pertama yang paling penting, ini Gubernur semua harus tahu, Pangdam, Kapolda, semua harus tahu. Artinya mobilitas manusianya yang direm. Paling tidak dua minggu,” jelasnya.(rel)