Jokowi Minta Pemda Ajak Ulama, Tokoh Lintas Agama & Santri Vaksinasi

24

Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa syukur karena vaksinasi massal bagi ulama, tokoh lintas agama dan santri di Jawa Tengah (Jateng) berjalan dengan baik dan lancar. Vaksinasi ini menyasar sekitar 1.000 orang.

“Saya melihat semuanya berjalan dengan baik, manajemennya rapi, prosesnya juga lancar, dan kita berharap beliau-beliau yang telah divaksin bisa terlindungi agar tidak terpapar oleh Covid-19 dan aktivitasnya di dalam rangka keagamaan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya usai meninjau vaksinasi massal Covid-19 bagi ulama, tokoh lintas agama, dan para santri, di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Rabu (10/03/2021).

Presiden berharap kegiatan vaksinasi massal ini diikuti provinsi lainnya. Kepala Negara meminta, pemerintah daerah provinsi lain agar mendorong, mengajak para ulama, para tokoh lintas agama, para santri untuk juga diberikan vaksinasi.

“Kita berharap juga di provinsi-provinsi yang lain agar juga mendorong mengajak para ulama, para tokoh lintas agama, para santri untuk juga berbondong-bondong diberikan vaksinasi,” ujarnya.

Dengan begitu, maka semakin banyak masyarakat Indonesia yang divaksinasi dan kekebalan komunal dapat segera tercapai.

Baca Juga:  CJH Diminta Siap Hadapi Keputusan Terburuk

“Ini akan memberikan sebuah herd immunity, memberikan kekebalan komunal dan kita berharap laju penularan Covid-19 bisa kita hentikan, bisa kita cegah,” tandasnya dalam kunjungan yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Saat meninjau vaksinasi massal, Presiden tampak mendatangi dan berbincang dengan tokoh Nahdlatul Ulama Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), Ubaidullah Shodaqoh, Pdt. Erinchan Naibaho, Pdt. Tjahjadi Nugroho, Anak Agung Ketut Darmaja, Bhikku Dittisampanno Thera, dan Adi Pratikto (penghayat).(rel/setkab)

Previous articleIni Program Mahyeldi-Audy bagi Masyarakat Pesisir dan Nelayan
Next articleBeli Rumah Bulan Ini hingga Agustus, PPN 100% Ditanggung Pemerintah