Dilarang Kerumunan, Calon Jamaah Haji Manasik secara Online

Direktur Jenderal PHU Kemenag Nizar Ali. (foto: Humas Kemenag)

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19), membuat Kementerian Agama menggelar manasik secara online bagi calon jamaah haji 1441H/2020M.

Inovasi ini dilakukan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU).

“Karena tidak boleh ada kerumunan, apalagi ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar, maka alternatifnya adalah (manasik) melalui online (daring),” ujar Direktur Jenderal PHU Kemenag Nizar Ali saat jadi narasumber diskusi Jagong Urusan Haji dan Umrah secara virtual, Jumat (10/4).

Pada tahun-tahun sebelumnya, manasik haji dilakukan secara klasikal oleh para pembimbing manasik di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.

Nizar pun berpesan, agar para pembimbing manasik dapat meningkatkan kemampuannya sehingga bisa melakukan bimbingan manasik secara daring. “Teman-teman KUA ini harus ditingkatkan kemampuannya untuk melakukan bimsik secara online,” pesan Nizar.

Ia menambahkan, saat ini Kemenag tengah menyiapkan materi bimbingan manasik berbasis audio visual. Materi ini nantinya bisa diunduh di laman haji.kemenag.go.id atau kemenag.go.id.

Nizar juga meminta seluruh Kepala Seksi PHU pada Kangtor Kemenag Kota serta para pembimbing manasik di KUA terus menyosialisasikan kebijakan Kemenag terkait penyelenggaraan ibadah haji.

Selain bimbingan manasik secara online, Kemenag akan mengoptimalkan pengiriman buku manasik, serta pemberian materi manasik melalui media massa.

Ini bertujuan untuk memberikan persiapan secara optimal kepada para calon jemaah haji. Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) Kemenag calon jamaah haji akan mulai diberangkatkan pada 26 Juni 2020.(rel/esg)