”Kasih Putih” Melepas Glenn Fredly

Glenn Fredly

Biarkanlah kurasakan, hangatnya sentuhan, kasihmu…
Bawa daku penuhiku, Berilah diriku kasih putih.. Di hatiku…

Seberapa pun penuh perasaan dan berapa pun banyaknya Mutia Ayu mengulang bait itu dengan sangat sedih, kali ini sang suami tak lagi bisa membawanya.

Lagu berjudul Kasih Putih itu dibawakan sebelum peti Glenn Fredly ditutup dalam ibadat pelepasan di GPIB Sumber Kasih Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (9/4). Ayu membawa mik dan menyanyi dengan sendu. Beberapa kali dia menurunkan mik, berhenti menyanyi.

Matanya lekat memandang Glenn yang kini terbujur kaku di balik tudung tipis putih dalam balutan jas hitam. Menunjukkan kehilangan yang teramat. Di sebelahnya ada bayi mereka, Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo, yang digendong kerabat. Bayi berumur 42 hari itu tertidur lelap. Tak terpengaruh riuhnya isak tangis di sekitar.

Lagu Kasih Putih itu dibawakan dua kali. Yang pertama saat pendeta baru menyelesaikan khotbah. Semua peserta ibadat turut menyanyikan lagu itu. Ayu, yang tangisnya makin kencang, tiba-tiba tak sanggup menahan beban tubuh. Pingsan. Adik Glenn, Ucie Patty, lantas membaringkannya.

Setelah stabil, Ayu pun kembali duduk. Kali ini diiringi lagu Karena Cinta, Ayu membuka kain renda peti. Dia mengelus wajah, dada, lengan, dan hidung suaminya. Membisikkan kata perpisahan dan doa.

Dibantu para anggota komunitas Maluku 1 Rasa, anggota keluarga mengangkat peti ke mobil jenazah. Mereka bersama menyanyi Gandong E, lagu yang menunjukkan solidaritas orang Maluku. Rombongan itu mengantar Glenn ke peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir.

Ucie mengatakan, menjelang kepergiannya, Glenn mengucap maaf. “Dia bilang, ’Kalau Bung ada salah, baik kata terucap yang sengaja atau tidak disengaja yang menyakiti atau apa pun perbuatannya, mohon dibukakan pintu maaf,” kata Ucie.

Sepanjang hidupnya Glenn memang tidak hanya mencatat cerita di musik. Dia dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan kecintaan yang besar pada Indonesia.

Glenn juga tak asing di mata kelompok aktivis hak asasi manusia (HAM). Beberapa kali mendampingi korban pelanggaran HAM. Bahkan sampai turun ke lapangan menemui para korban aktivis asal Maluku yang menjadi tahanan politik (tapol). Di antaranya, Johan Teterisa, Ruben Saija, Yohanis Saija, Romanus Batseran, Jordan Saija, dan John Marcus.

Mereka dijebloskan ke penjara atas tuduhan makar setelah menari cakalele (tarian perang tradisional) dan membentangkan bendera “Benang Raja”, simbol Republik Maluku Selatan (RMS), di hadapan Presiden SBY yang berkunjung ke Ambon pada 29 Juni 2007. “Waktu itu agenda SBY mengikuti acara Hari Keluarga Nasional,” kenang aktvis Julikson Ruli Oscar Sihombing.

Julikson mendampingi Glenn ke Nusakambangan. Sebelum pergi, Glenn sempat diundang Presiden Joko Widodo. Dia berbincang soal tapol itu. Presiden lantas berjanji membebaskan para tapol tersebut tanpa syarat. “Beliau (Glenn) optimistis banget untuk mencapai tujuannya itu (membebaskan para tapol, Red),” ujar pria yang kini bekerja di perusahaan swasta itu.

Glenn yang aktif menyuarakan isu HAM juga membekas di ingatan Indria Fernida Alphasonny. Bagi koordinator program regional Asia Justice and Rights (AJAR) itu, Glenn adalah musisi yang mencintai sesama. “Mencintai perdamaian dan mencintai Indonesia,” ujar mantan aktivis Kontra itu.

Tak heran, meskipun pihak keluarga mengeluarkan rilis pada Rabu malam (8/4), agar teman-teman Glenn tidak datang ke pemakaman, namun sejumlah sahabat merasa tak rela melepas Glenn tanpa melihatnya untuk kali terakhir.

Mereka berangkat ke gereja. Di antaranya, Chicco Jerikho, Tompi, Rio Dewanto, dan Augie Fantinus. Tampak juga mantan kekasih Glenn, penyanyi Aura Kasih. “Saya sebagai adik dan sahabat pasti…,” kata Aura terputus karena tiba-tiba air mata sudah di pipi. “Sudah ya, makasih,” lanjutnya, lalu pamit.

Meninggalnya Glenn memang tak hanya membuat kalangan musisi yang merasa kehilangan. Berikut pendapat dan kenangan tersendiri yang dialami sejumlah tokoh memiliki bersama almarhum Glenn.

Sujiwo Tejo (Seniman)

“Glenn itu lagu-lagunya romantis. Individual. Tapi, sikap dan pandangan hidupnya sosial kemasyarakatan. Aku bukanlah satu-satunya orang yang diajak almarhum untuk bikin gerakan sosial, misalnya dalam pemberdayaan. Macam-macam. Pemberdayaan suatu kampung yang warganya punya potensi main bola, tapi untuk beli bola saja gak kuat. Pemberdayaan suatu habitat yang hutannya rusak. Aku sendiri pernah diajaknya dalam pemberdayaan kesenian daerah.”

Haris Azhar (Direktur eksekutif Lokataru Foundation)

“Glenn Fredly bukan sekadar artis. Dia melampaui keartisannya. Karena keartisannya hanya bentuk ekspresi dari kepedulian dia terhadap hilangnya rasa di antara manusia. Dia bicara, dia hadir, dia terlibat dalam ruang dan gerak untuk membela kemanusiaan dan keadilan.”

Emil Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur)

“Glenn Fredly salah satu penyanyi terbaik yang sederhana dan rendah hati. Saya tumbuh besar mengidolakan beliau. Bangga bisa menjadi bagian dari konsernya di Surabaya Januari lalu. Kepergiannya sungguh sebuah kehilangan besar.” (*)