Pendaftaran Kartu Prakerja Dibuka, Gelombang Pertama Berakhir 16 April

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan usai rapat terbatas melalui konferensi video, Kamis (2/4) lalu. (Foto: setkab)

Pemerintah secara resmi membuka pendaftaran program kartu prakerja melalui situs resmi www.prakerja.go.id untuk tahap pertama. Program ini diharapkannya mampu meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja, serta dapat meringankan biaya hidup akibat pandemi virus korona (Covid-19).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kartu prakerja adalah program bantuan biaya pelatihan dan insentif bagi para pekerja, pencari kerja, serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan pekerjaan dan/atau mengalami penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19.

“Syarat peserta program kartu prakerja, adalah Warga Negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal,” katanya saat launching pendaftaran kartu prakerja, di Jakarta, Sabtu (11/4).

Pendaftarannya terdiri dari tiga tahap. Pertama, calon peserta atau pendaftar membuat akun prakerja di situs www.prakerja.go.id. Kemudian, pendaftar memasukkan biodata, seperti nama, tempat dan tanggal lahir, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan sebagainya. Data tersebut kemudian akan diverifikasi ke kementerian/lembaga (K/L) terkait

Kedua, pendaftar mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama sekitar 15 menit. Ketiga, pendaftar bergabung di gelombang pendaftaran yang sedang dibuka.

“Setiap minggunya, mulai hari ini (11 April 2020) sampai minggu ke-4 November 2020, akan dibuka kuota untuk sekitar 164 ribu peserta,” kata Airlangga.

Menteri yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu lebih lanjut mengingatkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan setiap saat, 24 jam 7 hari dalam seminggu.

Untuk gelombang pertama, pendaftaran dibuka sampai Kamis 16 April 2020, pukul 16.00 WIB. Pengumuman peserta yang lolos untuk gelombang pertama pada Jumat 17 April 2020.

Jika belum berhasil diterima sebagai peserta pada gelombang pertama, Airlangga menyarankan pendaftar bergabung di gelombang selanjutnya.

“Sampai akhir 2020, direncanakan akan ada lebih dari 30 gelombang pendaftaran. Total anggaran yang disediakan pemerintah untuk tahun ini sebesar Rp20 triliun,” ungkapnya.(esg)