Najwa Shihab: Hancur Hati Saya

Najwa Shihab membagikan kenangannya bersama Glenn Fredly yang meninggal pada Rabu (8/4) lalu setelah sempat berjuang melawan penyakit meningitis yang dideritanya.

Melalui rekaman suara yang dipostingnya di Instagram, host Mata Najwa itu mengaku Glenn selalu hadir dalam sejumlah momen penting dalam perjalanan karirnya. ”Jika diingat-ingat kembali, momen-momen penting dalam karir saya selalu ada Kakak Glenn,” kata Najwa Shihab dalam rekaman suara berdurasi 6 menit 16 detik itu.

Dia mengaku sudah mengenal sosok Glenn Fredly sudah cukup lama. Najwa Shihab kerap mengundangnya ke program Mata Najwa dan membincang tidak hanya tentang musik. Tapi juga tentang demokrasi, toleransi dan isu-isu sosial.

Bahkan Najwa Shihab mengenang, Glenn Fredly hadir secara khusus di acara Mata Najwa pamungkas saat dia memutuskan untuk mengakhiri karirnya di Metro TV. ”Ketika saya menutup perjalanan karir saya di Metro TV, Kakak Glenn dan dokter Tompi hadir khusus memandu acara perpisahan,” kata putri dari tokoh agama Quraish Shihab itu.

Najwa Shihab sempat mengaku galau saat dirinya jobless usai keluar dari stasiun televisi yang sudah belasan tahun menjadi tempatnya bernaung. Namun Glenn Fredly memberikan panggung besar dalam acara konser ulang tahunnya untuk Najwa Shihab.
Padahal dia tahu perempuan yang akrab disapa Nana itu tidak bisa menyanyi. ”Kakak Glenn memberikan panggungnya yang megah itu dan memberi saya tempat untuk tampil,” ucapnya.

Najwa Shihab melanjutkan, Glenn Fredly memberikan dukungan besar kepada dirinya di saat dia mau membangun Narasi. Selain memintanya bergabung, Najwa Shihab juga sempat meminta Glenn untuk membuat program khusus bersama Tompi di Narasi. Meskipun suami Mutia Ayu itu tidak tahu pasti konsepnya, dia langsung percaya dan menyetujui permintaan Najwa.

Glenn Fredly bahkan rela mengorbankan sebuah program serupa di sebuah stasiun televisi demi mendukung rumah baru yang dibuat Najwa Shihab.”Dia orang pertama yang tanpa pikir panjang mengatakan siap bergabung. Saya nekad melamar Glenn Fredly untuk membuat acara bersama dokter Tompi, padahal bentuknya akan seperti apa di awal-awal belum jelas. Tapi dia percaya pada kami,” paparnya.

Najwa Shihab juga bercerita bahwa dia juga sempat mengajak Glenn Fledly untuk tampil di Shihab-Shihab bersama ayahnya Quraish Shihab pada bulan Ramadhan. ”Kami bertiga hadir di Masjid Baytul Quran. Menunggu berbuka puasa sambil berbincang-bincang tentang keberagamaan dan kemanusiaan. Sesuatu yang dipegangnya sejak kecil. Karena dia kerap diajarkan bahwa semua kita bersaudara tanpa melihat latar belakang agama,” paparnya.

Di mata Najwa Shihab, Glenn Fredly bukan hanya penyanyi romantis. Tapi juga seorang aktivis pembela kemanusiaan. Ada banyak kegiatan sosial dan pembelaannya terhadap kaum terindas yang pernah dia lakukan semasa hidup. Di antaranya adalah membela tanah kelahirannya di Maluku, GKI Yasmin, Petani Kendeng, Warga Tanjung Benua dan Aru, Papua, dan yang lainnya.

Najwa juga menyebut Glenn sebagai pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Meskipun dia tidak terlalu vokal tentang hal ini. Namun di kalangan para aktivis HAM, jejak Glenn Fredly sangat kelihatan. ”Para aktivis bisa memberi kesaksian yang terang benderang soal satu ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Najwa Shihab sempat mengaku kaget nyaris tidak percaya begitu dokter Tompi memberi tahu dirinya kalau Glenn Fredly sudah meninggal. Dia dikabari berita duka ini pada Rabu lalu saat tengah bersiap menuju studio Mata Najwa. Dia berkali-kali mengatakan tidak mungkin Glenn meninggal. Namun Tompi kembali meyakinkannya kalau pelantun Januari itu sudah tiada.

Air mata Najwa Shihab seketika tumpah kala itu. Tompi dan Nana sama-sama menangis di ujung telepon. Meeka sangat sedih atas kabar duka ini. ”Saya berusaha menyangkal atas apa yang dikatakan dokter Tompi. Sampai akhirnya saya menyerah dan kami bertangis-tangisan di telepon,” kata Najwa Shihab. (*)