Pasien Sembuh Bertambah 73 Orang, Positif Tambah 399 Orang

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (Foto: Humas BNPB)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19) mencatat adanya penambahan kasus sembuh sebanyak 73 orang sehingga totalnya hingga Minggu (12/4) berjumlah 359 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, angka pasien sembuh tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Covid-19 dapat disembuhkan dengan baik. Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat bersyukur dan terus optimistis bahwa penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini bisa dilawan bersama.

“Kita bersyukur, bahwa sampai dengan saat ini sudah ada lebih dari 359 orang yang sudah sembuh,” ungkap Achmad Yurianto di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (12/4).

Pasien sembuh tersebut, masing-masing berasal dari Provinsi DKI Jakarta sebanyak 142 pasien, Jawa Timur 68 pasien, Sulawesi Selatan 25 pasien. Kemudian Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali sudah lebih dari 19 orang yang sembuh, sehingga totalnya ada 359 orang yang sudah sembuh.

Selain kasus sembuh, pemerintah juga mencatat adanya perkembangan kasus meninggal dunia terkait Covid-19 sebanyak 46 menjadi 373, dan kasus positif meningkat sebanyak 399 menjadi 4.241.

Menanggapi jumlah kasus yang terus meningkat tersebut, pemerintah tak hentinya mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan demi memutus rantai penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tersebut.

“Mari kita putuskan penularan dan pastikan jaga kesehatan lawan COVID-19. Kita bisa berperan dan kita mampu berperan dengan baik. Lakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita sekalian,” pinta Yuri.

Masyarakat diminta agar menerapkan cuci tangan memakai sabun, menjaga jarak aman dua meter, menggunakan masker bila terpaksa harus keluar rumah, hindari kerumunan dan mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah untuk tetap di rumah.

“Sekali lagi kami mengimbau, patuhi, dan disiplin untuk mencuci tangan. Disiplin menggunakan masker saat kita berada di luar rumah. Disiplin menjaga jarak aman saat berkomunikasi dengan orang lain. Ini semua bisa kita lakukan dengan baik, manakala kita patuh dan disiplin untuk tetap di rumah. Sekali lagi, patuh dan disiplin untuk tetap di rumah,” imbau Yuri dikutip dari laman BNPB.

Sebelumnya pada Sabtu (11/4) tercatat kasus positif COVID-19 sebanyak 3.842 kasus, dengan pasien sembuh sebanyak 286 orang, dan meninggal dunia 327 orang.

Sejauh ini, catatan pemerintah menunjukkan DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak, yaitu 2.044 jiwa per 12 April.

Setelah DKI Jakarta, ada Jawa Barat dengan 450 pasien positif, Jawa Timur dengan 386 pasien, Banten dengan 281 pasien, Sulawesi Selatan 222 kasus, dan Jawa Tengah dengan 200 pasien.

Data Gugus Tugas juga merincikan lima kasus positif di Aceh, Bali 81 kasus, Bangka Belitung empat kasus, Bengkulu empat kasus, DI Yogyakarta 41 kasus.

Kemudian empat kasus di Jambi, Kalimantan Barat 13 kasus, Kalimantan Timur 35 kasus, Kalimantan Tengah 24 kasus, Kalimantan Selatan 34 kasus, Kalimantan Utara 16 kasus.

Di Kepulauan Riau 21 kasus, NTB 37 kasus, Sumatera Selatan 21 kasus, Sumatera Barat 44 kasus, Sulawesi Utara 17 kasus, Sumatera Utara 65 kasus, Sulawesi Tenggara 16 kasus, NTT dan Gorontalo masing-masing satu kasus.

Selanjutnya Sulawesi Tengah 19 kasus, Lampung 20 kasus, Riau 16 kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing dua dan 11 kasus, Papua Barat tiga kasus, Papua 63 kasus dan Sulawesi Barat lima kasus.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat bahwa virus SARS_CoV-2 atau korona jenis baru ini telah menginfeksi manusia di 34 Provinsi di Indonesia. Hal itu diketahui setelah Gorontalo mencatat satu kasus terbarunya, pada Jumat (10/4).(esg)