Basarnas Perluas Operasi SAR

31
Petugas KNKT memeriksa temuan tim penyelam dari beberapa bagian pesawat SJ-182 di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, kemarin (13/1). (net)

Gelombang tinggi di Perairan Kepulauan Seribu memaksa Tim Gabungan Operasi Search and Rescue (SAR) Sriwijaya Air PK-CLC membatasi diri. Meski sudah memulai tugas sejak pagi, kemarin (13/1) pencariaan bawah air kurang maksimal.

Rencana yang sudah disusun pun harus dimundurkan. Termasuk fokus pencarian black box berisi cockpit voice recorder (CVR) yang masih dicari oleh regu penyelam. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Purnawirawan Bagus Puruhito menyatakan bahwa pencarian CVR masih dibantu oleh KRI Rigel-933 dan KR Baruna Jaya IV.

”Yang besok (hari ini, red) bersama KNKT akan melaksanakan pencarian CVR,” kata dia kemarin malam. Area pencarian kotak hitam tersebut terus diperkecil mengikuti perkembangan data dan informasi yang diperoleh di lokasi pencarian.

Basarnas sebagai koordinator tim yang melaksanakan operasi SAR di titik jatuh pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu optimistis, semua target dalam misi yang mereka laksanakan bakal tercapai.

Utamanya menemukan korban kemudian mengevakuasi jenazah mereka untuk diidentifikasi oleh tim dari Polri. ”Tentunya tidak kalah penting CVR dan material-material pesawat lainnya,” kata mantan wakil kepala staf angkatan udara (KSAU) tersebut.

Kemarin, mereka batal mengirim KN SAR Karna dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Gelombang setinggi dua meter membuat mereka putar Haluan dan kembali merapat ke dermaga.

Keputusan itu terpaksa diambil lantaran Basarnas tidak bisa ambil risiko keselamatan petugas yang terlibat dalam operasi SAR. Di samping membatalkan keberangkatan kapal itu, mereka juga tidak memberi izin para penyelam turun saat cuaca kurang bagus.

Namun demikian, berdasar laporan yang diterima oleh Bagus, penyelam tetap memanfaatkan kesempatan kecil di antara cuaca yang berubah-ubah untuk melaksanakan tugas.

”Walau cuaca saya anggap tidak mendukung atau kurang mendukung di sela-sela cuaca yang kadang-kadang bagus dan tidak, (penyelam) masih tetap melaksanakan operasi pencarian atau operasi SAR,” jelas dia. Hasilnya, mereka mendapatkan dua kantong jenazah.

Selain itu, mereka juga mendapat dua potongan besar bodi pesawat dan lima kantong serpihan kecil bagian pesawat. Sehingga jumlah total kantong jenazah yang sudah diperoleh sampai hari kelima operasi SAR sebanyak 141 kantong, 31 kantong serpihan kecil pesawat, dan 28 potongan besar pesawat. Dia berharap, pencarian di hari keenam (14/1) tidak terkendala cuaca maupun gelombang. ”Mudah-mudahan cuaca akan mendukung dan (operasi SAR) berjalan lancar,” kata Bagus.

Berbanding terbalik dengan pencarian CVR, area pencarian secara keseluruhan akan ditambah lagi. Itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pergeseran jenazah maupun bagian pesawat dari titik jatuh. ”Kegiatan kami tetap di area yang sama dengan melebarkan area untuk pencarian evakuasi korban, itu sebagai prioritas. Dan serpihan-serpihan material pesawat,” bebernya. Selaras dengan keterangan Bagus, Komando Armada (Koarmada) I ingin cuaca membaik hari ini.

Baca Juga:  Mendag Gelar Pertemuan Dengan Menteri Ekonomi ASEAN di Bali

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid Kacong menyampaikan bahwa kemarin tim penyelam TNI AL hanya mendapat serpihan pesawat. Sementara CVR yang dicari untuk melengkapi temuan flight data recorder (FDR) belum ditemukan. ”Mudah-mudahan besok (hari ini) jam tujuh kami memulai kembali untuk melaksanakan pencarian. Mudah-mudahan bisa ditemukan VDR,” ungkap perwira tinggi bintang dua itu.

Pencarian kotak hitam tersebut juga dibantu oleh remotely operated vehicle (ROV) yang dimiliki oleh KR Baruna Jaya IV. Alat itu diturunkan untuk memastikan kembali posisi CVR yang underwater locator beaconnya sudah ditemukan. ”Akan kami salami area itu.

Manakala tidak ada, kami akan cari di spot lain,” jelas Rasyid. Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri hingga kemarin telah mendapatkan 137 kantong jenazah.
Mereka juga sudah mendapatkan 112 sampel DNA dan 35 kantong property penumpang.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono menuturkan bahwa untuk Rabu telah diidentifikasi dua korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. ”Kedua korban perempuan,” terangnya. Keduanya yakni, Indah Halimah Putri, 26 dan Agus Minarmi, 47. Mereka teridentifikasi setelah melakukan rekonsiliasi data antemortem dengan postmortem. ”Diketahui melalui sidik jari dari e-KTP dan body part,” urainya.

Kabid Topol Pusinafis Bareskrim Polri Kombes Pol Sriyanto menambahkan, untuk Indah merupakan penumpang dengan nomor manifest 24. Yang tercatat sebagai warga Sungai Pinang, Sumatera Selatan. ”Diidentifikasi dari jempol kiri,” ujarnya.

Untuk Agus Minarmi merupakan warga dari Mempawah, Kalimantan Barat. yang terdaftar bekerja sebagai PNS. ”Teridentifikasi dari jempol kanan. Dari kedua korban ditemukan 12 titik persamaan di sidik jarinya,” tuturnya.

Terpisah Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan santunan kematian bagi keluarga korban kecelakaan pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC tersebut. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menuturkan, bantuan ini termasuk santunan kematian yang diberikan kepada korban bencana. Besarannya, Rp 15 juta untuk setiap korban. ”Ya ini kayak kemarin di Sumedang (bencana tanah longsor, red) kita juga berikan. Jadi sudah ada anggarannya,” paparnya.

Selain santunan, lanjut dia, Kemensos juga membuka posko trauma healing di beberapa titik. seperti di Bandara Supadio Pontianak, Rs Polri, dan Bandara Soekarno Hatta. Posko ini dibuat untuk membantu keluarga korban dari sisi psikologis. ”Kita juga datangi keluarga nanti,” ungkapnya. selanjutnya, Kemensos akan turut serta membantu keluarga korban untuk keperluan asuransi. Dalam hal ini, Kemensos berperan sebagai jembatan untuk pengumpulan data.

Mereka juga akan menjadi penghubung antara pihak maskapai, pemerintah daerah, dan keluarga korban nantinya. ”Pokoknya kalau mereka tidak punya daya, kami akan jadi jembatan penghubung,’ pungkas Risma. Data Jasa Raharja kemarin, mereka sudah mendapat data seluruh keluarga korban. Mereka memastikan santunan diberikan segera sesuai instruksi yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. (mia/idr/syn/jpg)