Sekjen PDIP Disebut Pernah Bertemu Wahyu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Nama Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto disebut-sebut sempat menemui mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap permohonan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024.

Saat Hakim Anggota, Titi Sansiwi mengonfirmasi ajudan Wahyu Setiawan, Rahmat dalam persidangan terdakwa mantan Caleg PDIP Saeful Bahri. “Saudara saksi, pernah tidak Pak Wahyu bertemu dengan pak Hasto Kristiyanto?” tanya Hakim Anggota Titi Sansiwi kepada Rahmat di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/4).

Kepada Majelis Hakim, Rahmat mengaku tidak pernah melihat Wahyu Setiawan bertemu dengan elite partai moncong putih itu. “Tidak pernah,” beber Rahmat. Namun, hakim Titi lantas membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam BAP, Rahmat menjelaskan ada beberapa kali pertemuan antara Wahyu dengan Hasto. “Di BAP saudara ada beberapa kali,” ujar Hakim Titi.

Mendengar pernyatan Hakim, Rahmat pun membenarkan adanya pertemuan antara Wahyu dengan Hasto Kristianto. Menurutnya, pertemuan itu terjadi pada 2019 lalu. “Itu saat 2019 saat rekapitulasi. Pak Hasto Kristianto dan tim kebetulan sebagai saksi keterwakilan dari DPP PDI Perjuangan datang ke kantor (KPU RI),” ucap Rahmat.

“Berapa kali bertemunya?” tanya hakim Titi lagi. “Seingat saya kalau tidak salah itu sekali, waktu diruangan, waktu istirahat, makan siang,” jawab Rahmat. “Setelah acara itu?” cecar Hakim Titi. “Istirahat, jadi merokok itu biasa, bapak kan merokok,” timpal Rahmat.

Hakim kemudian mencecar Rahmat soal pertemuan tersebut “Saudara dengar tidak apa yang dibicarakan,” telisik Titi. Rahmat berdalih, tidak mengetahui apa yang dibicarakan antara Wahyu Setiawan dengan Hasto Kristianto di Kantor KPU saat itu. “Tidak bu, (pertemuan Hasto dan Wahyu) di dalam, saya ruangannya di luar ruangan bapak (Wahyu),” klaim Rahmat.

Dalam perkara ini, Saeful Bahri selaku mantan calon legislatif (Caleg) PDIP didakwa memberikan suap kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesae SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta melalui Agustiani Tio. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan eks Caleg PDIP Harun Masiku.

Uang suap tersebut akan diberikan kepada Wahyu secara bertahap. Penyuapan itu dilakukan dengan maksud agar Wahyu Setiawan dapat mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan penggantian antarwaktu (PAW) PDIP dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan 1 (Sumsel 1) kepada Harun Masiku.

Saeful didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*)