69.617 Pelamar Lolos SPAN- PTKIN

11
ilustrasi. (net)

Sebanyak 69.617 peserta dinyatakan lulus Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2021 kemarin (13/4). Panitia mengharapkan peserta yang dinyatakan lolos seleksi untuk melanjutkan sampai proses daftar ulang.

SPAN-PTKIN adalah seleksi masuk kampus Islam negeri di bawah Kemenag berbasis prestasi, diantaranya nilai rapor. Bendahara panitia SPAN-PTKIN Prof Moh. Mukri menjelaskan setiap tahun ada saja peserta yang lolos SPAN-PTKIN tetapi tidak melanjutkan tahapan berikutnya, yaitu daftar ulang.

”Karena mereka tidak mendaftar di satu tempat saja,” kata pria yang juga yang Rektor UIN Raden Intan Lampung kemarin (13/4). Bisa jadi pelamar yang dinyatakan lolos SPAN-PTKIN itu juga lolos seleksi di kampus negeri lainnya. Atau juga lolos di kampus swasta lain. Bahkan, juga ada yang diterima kuliah ke luar negeri.

Namun pada intinya, Mukri menyatakan, panitia sangat berharap peserta yang lolos SPAN-PTKIN untuk melanjutkan sampai benar-benar menjadi mahasiswa di PTKIN. Sebab mereka sudah mengkapling kuota atau daya tampung yang sejatinya bisa diisi oleh orang lain.

Baca Juga:  Jalan Riau-Sumbar Tertimbun Longsor, Kendaraan Padat Merayap

Mukri menjelaskan panitia SPAN-PTKIN sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan pemberian sanksi kepada asal sekolah pendaftar yang lolos tapi tidak daftar ulang. Seperti yang diterapkan oleh panitia SNMPTN di bawah naungan Kemendikbud selama ini. Panitia SPAN-PTKIN masih memilih memberikan kelonggaran.

Selain itu, tahun ini jumlah pendaftar SPAN-PTKIN menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Tahun ini jumlah pendaftar SPAN-PTKIN ada 182.890 siswa dari 11.920 sekolah. Sementara tahun lalu jumlah pendaftarnya mencapai 263.061 siswa dari 11.195 sekolah.

Menurut Mukri, penurunan tersebut bisa jadi karena ada perubahan mekanisme pendaftaran SPAN-PTKIN tahun ini. Dia mengatakan tahun ini pendaftaran SPAN-PTKIN dilakukan oleh masing-masing siswa. Sementara tahun sebelumnya sekolah yang mendaftarkan secara kolektif.

”Kami ingin yang mendaftar SPAN-PTKIN benar-benar dari keinginan atau minatnya sendiri,” katanya. Bukan dari ajakan guru atau pengelola sekolah lainnya. Meskipun jumlah pendaftar tahun ini berkurang, Mukri berharap jumlah yang tidak daftar ulang semakin sedikit. (wan/jpg)

Previous articleSurau Latiah, Masuk Cagar Budaya, Naskah Tuonya Didigitalisasi
Next articleReshuffle Kabinet Bergulir Pekan Ini?