Kemensos Perluas Bantuan Kartu Sembako

21
Warga mengantre saat pengambilan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Indonesia, di kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/4/2021). Kementerian Sosial memutuskan untuk tidak melanjukan pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi terdampak Covid 19 per April 2021. Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan salah satu alasan tak akan memperpanjang BST adalah karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia telah bergerak ke skala mikro atau situasi pergerakan perekonomian di Indonesia sudah mulai normal. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

Pemerintah terus memperkuat bantuan sosial (bansos) di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Bantuan sosial tunai (BST) telah dicairkan, sementara bansos kartu sembako bakal ditambah cakupannya.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan, BST sudah tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sejak pekan lalu. Adapun BST merupakan bansos khusus dengan target 10 KPM dengan indeks Rp 300 ribu/KPM/bulan. BST disalurkan untuk Mei-Juni.

”Penyalurannya melalui PT Pos,” ujarnya, kemarin (13/7).

Dia menyampaikan, pihaknya telah diinstruksikan untuk mengakselerasi program perlindungan sosial sebagai langkah pendukung pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat. Karenanya, pihaknya pun terus berupaya mempercepat pencairan bansos untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.


Lebih lanjut dia menjabarkan, program keluarga harapan (PKH) dengan sasaran 10 juta KPM yang indeks bantuan berdasarkan komponen dalam keluarga sudah disalurkan. Kemudian, Kartu Sembako, saat ini, menjangkau 15,93 juta KPM dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan pun demikian.

”BPNT atau Kartu Sembako yang saat ini menjangkau 15,93 juta KPM, kembali ditingkatkan jangkauannya untuk 18,8 juta KPM,” paparnya.

Di samping itu, Kemensos melalui Perum Bulog juga menyalurkan beras seberat 10 kg kepada KPM BPNT/Kartu Sembako dan BST. Dengan bantuan beras ini, diharapkan masyarakat terdampak pandemi bisa tercukupi kebutuhan dasarnya.

Baca Juga:  Penerapan PPKM Mikro Bakal Berakhir

Di sisi lain, Kemensos juga turut menyiapkan dukungan makanan siap saji dan telur untuk kebutuhan nutrisi selama kebijakan ppkm darurat ini. Ada tujuh lokasi dapur umum di Jawa-Bali untuk mendukung program tersebut.

Diakuinya, banyak permintaan permakanan yang masuk pada pihaknya. Terutama, untuk tenaga kesehatan yang dinas sampai malam hari. Seperti diketahui, makanan siap saji dari dapur umum disalurkan untuk mencukupi kebutuhan permakanan khususnya bagi tenaga kesehatan, petugas penjaga penyekatan PPKM baik TNI, Polri, dan Satpol PP di sekitar lokasi.

Data per Senin (12/7), dapur umum Balai Wyata Guna menyalurkan 4.686 butir (2.343 paket). Paket dikirimkan kepada sejumlah pihak. Diantaranya, tenaga kesehatan di RSUD Kota Bandung sebanyak 1.006 butir (503 paket), RS Bhayangkara sebanyak 960 butir (480 paket), RS Hasan Sadikin sebanyak 1.200 butir (600 paket), dan RS Al Ikhsan sebanyak 1.076 butir (538 paket).

Kemudian, untuk di Jakarta, dapur umum Kemensos dipusatkan di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta. Dapur umum TMPNU Kalibata rata-rata memproduksi 15 ribu kotak makanan siap saji dan 15 ribu butir telur rebus setiap hari. (mia/jpg)