Bioskop Bisa Buka Sampai 50 Persen

9
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja.(NET)

MASYARAKAT yang sudah tervaksin bakal semakin diistimewakan. Contohnya mereka yang berkategori hijau atau sudah menerima dua dosis vaksin bisa masuk area bioskop. Dalam beberapa waktu ke depan, pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen penonton pada kota-kota level 3 dan level 2.

Tentu saja dengan syarat penggunaan aplikasi Peduli Lindungi serta penerapan Protokol Kesehatan yang ketat. Rencana tersebut rupanya mendapat sambutan hangat dari sineas Fajar Nugros.

Menurutnya, itu adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu para pelaku yang berkutat di dunia perfilman. Pasalnya, dengan begitu, roda pergerakan ekonomi dari sisi ekonomi kreatif khususnya film bisa kembali berputar.

”Supaya nggak terlalu lama berhenti. Dan akhirnya para pembuat film juga ada kejelasan dari karya-karya mereka yang memang sudah dikerjakan sebelum wabah,” tutur sutradara film Bajaj Bajuri The Movie itu, tadi malam.

Kendati demikian, menurutnya, pemerintah tetap perlu mengedukasi dan menanamkan kedisiplinan kepada masyarakat. Sebab, di matanya, bioskop-bioskop tanah air dinilai sudah mempersiapkan diri menyambut kehadiran para penikmat film.

Mulai dari kapasitas penonton yang masih 50 persen, rutin mendisinfektan seluruh ruangan, dan aktivitas lain yang berkaitan dengan protokol kesehatan. ”Saya berharap bisa segera buka ya. Kalau terlalu lama tutup, saya khawatir kebiasaan menonton kita yang sudah sangat minim bisa hilang,” jelas Fajar.

Pelaku usaha bioskop merespons positif sinyal hijau untuk bisa kembali beroperasi. Pengusaha berharap pembukaan bioskop dapat menggerakkan roda bisnis layar dan bioskop yang sudah lama terpaksa mandek.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengkonfirmasi bahwa wacana pembukaan bioskop sudah dibahas oleh pelaku usaha dan pemerintah.

”Ada wacana mulai minggu ini pemerintah akan memperbolehkan bioskop untuk beroperasi kembali dengan kapasitas maksimal 25 persen dan hanya bagi mereka yang notifikasi hasil pemindai PeduliLindungi-nya berwarna hijau,” ujarnya, saat dihubungi, kemarin (13/9).

Baca Juga:  Jamin Pasokan Daging Aman, Pemerintah Diminta Proaktif Atasi Kasus PMK

Alphonsuz berharap, beroperasinya kembali bioskop dapat meningkatkan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan. ”Dengan pembukaan (bioskop, red) juga bisa optimis untuk meningkatkan jumlah kunjungan atau kapasitas hiburan dan bisa banyak lagi pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaaan atau mal,” urainya.

Dirinya optimis bahwa dengan beroperasinya kembali, paling tidak kondisi pengusaha mal bisa mulai bergerak kembali, terutama para karyawan bisa mulai bekerja kembali.

”Meski belum bisa mendongkrak pendapatan pengusaha mal secara penuh karena kondisi usaha masih akan tetap defisit,” tambahnya.

Ikut menegaskan, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin membeberkan bahwa pihaknya sudah berdiskusi dengan pemerintah terkait pembukaan usaha bioskop. Namun, mengenai kepastiannya masih menunggu pemerintah keterangan tertulis.

”Kami diajak berkonsultasi karena ada ada kewajiban penerapan aplikasi QR code PeduliLindungi,” ujar Djonny.

Djonny mengatakan bahwa kemungkinan bioskop tidak akan langsung buka 100 persen di seluruh Indonesia. Namun dia berharap pembukaan bioskop bisa diizinkan di atas 50 persen dari jumlah yang ada di Indonesia. ”Kalau belum 50 persen, semua film masih ragu untuk tayang,” bebernya.

Menurut Djonny, permintaan pengusaha agar pemerintah mengizinkan pembukaan bioskop, juga didasari oleh kesiapan seluruh anggota asosiasi untuk mengikuti seluruh protokol kesehatan yang diamanatkan oleh pemerintah.

”Ada perbedaan kebijakan bioskop saat PPKM dan PSBB. Perbedaannya, kalau dulu kita cukup prokes saja, sekarang ditambah penggunaan aplikasi Peduli Lindungi. 90 persen (anggota asosiasi, red) sudah oke untuk syarat itu,” pungkasnya. (agf/jpg)