Tio Pakusadewo Ditangkap Lagi

Aktor gaek Tio Pakusadewo kembali bikin geger dunia film lantaran lagi-lagi diciduk akibat kasus penyalahgunaan narkoba. Beberapa insan film pun mengutuk Tio yang seolah tidak kapok berurusan dengan hukum.

Aktor Evry Joe menganggap bahwa hukuman kurungan 9 bulan yang sempat dijatuhkan kepada Tio Pakusadewo pada 2018 silam dinilai kurang tepat. Hal ini membuat yang bersangkutan tidak bisa sembuh dari ketergantungannya pada narkoba.

Lebih dari itu, Evry mengatakan bahwa Tio Pakusadewo sudah membuat malu dunia film Indonesia. Apalagi, penangkapannya dilakukan di tengah pandemi virus korona.

”Ini mempermalukan dunia perfilman Indonesia. Di saat kita prihatin dengan wabah covid-19, eh dia sebagai senior yang seyogyanya menjadi panutan para junior malah bertingkah lagi,” ungkap Evry Joe kepada JawaPos.com (grup Padang Ekspres).

Dia pun berharap pengalaman kali ini bisa membuat Tio betul-betul sadar dan tidak mengulangi kebodohan yang sama di masa mendatang.

”Harusnya menjadi panutan. Sebagai aktor senior harusnya memberi contoh yang baik. Semoga Mas Tio Pakusadewo menyadari itu. Dia kan aktor besar Indonesia, aset bangsa, kita menyayangi hal ini. Stop lah narkoba,” ungkapnya.

Tio diamankan polisi di kediamannya di daerah Terogong, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/4) waktu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Dari tangan Tio, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit handphone, satu bungkus kertas berisi ganja seberat 18 gram dan seperangkat alat hisap. Hasil tes urine menunjukkan Tio Pakusadewo positif amfetamin dan metamfetamin.

”Hasil tes urine menyatakan dia positif amfetamin dan metamfetamin,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam jumpa pers yang disampaikan melalui live Instagram.

Pakai Sabu Seminggu Sekali

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sejak ditangkap pada 2018 lalu, Tio diketahui masih kerap memakai narkoba. Bahkan dalam sebulan dia bisa membeli 2 paket sabu.

”Dia bisa membeli barang haram ini dalam satu bulan bisa sebanyak dua kali, setiap pembelian itu setengah gram. Sepertinya yang bersangkutan ini sudah ketergantungan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (14/4).

Tak hanya sabu, Tio juga mengkonsumsi narkoba jenis ganja. ”Sabu itu pengakuan awalnya, dia bisa pakai seminggu sekali. Ini pengakuannya,” jelas Yusri.

Kendati demikian, polisi belum mengungkap motif Tio menggunakan narkoba. Saat ini Tio masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik.

Akibat perbuatannya, Tio dijerat Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 111 dan Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam pidana 5 hingga 20 tahun penjara. (*)