Bahas Pariwisata, Andre Rosiade Ajak 11 KDH Temui Sandiaga Uno

42

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade memboyong 11 kepala daerah (KDH) di Sumbar bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (13/4/2021). Meningkatkan kualitas pariwisata di Sumbar menjadi topik utama.

11 kepala daerah tersebut antara lain, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, dan Wali Kota Pariaman Genius Umar. Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Wakil Wali Kota Padangpanjang Asrul, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Walikota Solok Zul Elfian Umar, Bupati Agam Andri Warman, Bupati Solok diwakili Asisten II Ekbang Kesra Medison, dan Anggota DPRD Sumbar Irwan Afriadi.

Dalam pertemuan itu, Sandiaga didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Hary Santosa Sungkari dan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Riski Handayani Mustafa.

Andre mengatakan, pertemuan 11 kepala daerah dengan Menparekraf adalah bentuk kerja nyata serta kolaborasi bersama untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Barat.

“Seperti motto Bang Sandi, kami ingin gercep, gaspol, dan kolaborasi. Setelah Pilkada usai, kami bersama seluruh kepala daerah ingin berkolaborasi membangun Sumbar. Ini adalah gerakan baru bagaimana kita bersama-sama memberi manfaat untuk masyarakat Sumbar,” kata Andre dalam keterangan resminya.

Dalam pertemuan itu, para kepala daerah menyampaikan berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif yang siap dikembangkan untuk menopang perekonomian Sumbar. Diantaranya potensi wisata minat khusus dan sports tourism berbasis laut di Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, penguatan konsep kuliner UKM dan pengembangan kapasitas Geopark Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi dan Agam.

Baca Juga:  Menumpuk di Pintu Penyekatan, Antrean Kendaraan Hingga 8 Kilometer

Ada pula potensi desa wisata berbasis Nagari di sejumlah Kota/Kabupaten seperti Kota Padangpanjang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Tanahdatar, potensi Geopark Danau Singkarak hingga potensi wisata sejarah dan budaya di Kota Tambang Sawahlunto.

“Pada intinya kami ingin ada harmonisasi program dan kebijakan pembangunan antara pusat dan daerah agar terjadi percepatan pembangunan di Sumbar,” terang Andre.

Menparekraf Sandiaga Uno mengakui ada banyak potensi wisata dan ekonomi kreatif di Sumbar yang bisa digarap bersama, salah satunya pengembangan desa wisata.

“Keindahan alam dan keragaman budaya Sumbar adalah anugerah Tuhan yang patut kita syukuri, salah satunya desa wisata. Ke depan kita akan mengandalkan kunjungan wisatawan nusantara sembari fokus vaksinasi di destinasi pariwisata. Semoga vaksinasi di Sumbar bisa terus digenjot,” kata Sandiaga.

Tak hanya keindahan alam dan keragaman budaya, Sandiaga juga melihat kuliner khas Minang sebagai warisan leluhur yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Kita bisa fokus pada kekuatan kita di Sumbar yakni kuliner dan desa wisata. Saya titip kepada Pak Andre dan para kepala daerah, digitalisasi. Bagaimana Kabupaten/Kota ini menjadi pemenang di tengah revolusi digital. Dengan bergandengan tangan kita pasti bisa,” kata Sandiaga. (*)

Previous articleResmi Meluncur di Indonesia, Helo Hadirkan Fitur Lengkap Bermedsos
Next articlePeduli Bencana NTT, Semen Padang Titip 200 Kg Rendang ke BPBD Sumbar