PT Telkom Indonesia Canangkan Tiga Pilar Domain Bisnis

98
Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono memberikan cenderamata kepada Direktur Padang Ekspres Nazir Fahmi.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) siap menghadapi persaingan dunia melalui transformasi dan penataan portfolio Telkom Group dengan memaksimalkan tiga domain bisnis digital yakni digital connectivity, digital platform, dan digital service.

“PT Telekomunikasi Indonesia sedang memantapkan langkah menjadi digital telco dengan memperkuat fondasi bisnis digital di masa depan,” kata Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono didampingi GM Telkom Witel Sumbar Alfi Sumarta, saat berkunjung di Graha Pena Padang, Kamis (15/4/2021). Hadir Direktur Operasional Padang Ekspres Nazir Fahmi, didampingi GM Padang Ekspres Heri Sugiarto, dan GM Padang TV Rita Gusveniza.

Pujo Pramono mengatakan PT Telkom secara strategi skenario mulai beralih ke produk-produk digital. Namun produk digital yang ditunjang oleh konektifitas bidang berpengalaman dan andal.

Khusus digital connectivity PT Telkom bertekad mengalakkan untuk bisa fiberisasi di seluruh infrastruktur dari Sabang sampai Merauke. “Secara Backbone kita sudah fiber optik baik itu kabel laut maupun di darat dari Sabang sampai Merauke, bahkan di Padang sudah memulai. Nah, ini bagian dari digital connectivity,” tutur Pujo.

Selanjutnya, digital platform ini PT Telkom berdasarkan kapabilitas yang sudah, ada saat ini mempunyai seperti big data, data center dan fintech.

“Banyak pembagian yang kita hasilkan contohnya BigBox atau big data yang ditujukan untuk mendukung program, termasuk yang dipakai Satu Data Indonesia,” sebutnya.

Tak hanya itu, PT Telkom juga memudahkan suatu market place untuk menjual produk-produk. Menciptakan market place dan semuanya berinteraksi di platform.

Digital platform banyak digunakan untuk menunjang pertumbuhan industri, dengan sudah banyak perusahaan farmasi di Indonesia memakainya. Caranya, melakukan pertukaran data Telkom dengan sumber data lainnya atau Telkom bisa menjadi penyedia data analytics,” paparnya.

Sementara, digital service merupakan bagian dari aplikasi-aplikasi digital yang sudah marak pada saat ini, dengan sasaran mendorong start up digital untuk bisa menjadi unicorn.

“Seperti Indonesia yang sekarang ini sudah ada beberapa unicorn yang mulai mendunia dan ada juga yang ekspansi,” sambung Pujo Pramono.

Diharapkan dengan digital service bisa menumbuh kembangkan konten-konten. Supaya bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri untuk konten digital ini.

“Kita membawa misi untuk kedaulatan digital Indonesia dan PT Telkom mengambil peran untuk menjadi enabler untuk menjadi motor penggerak digitalisasi ini supaya bisa menjadi enabler dalam membuat Indonesia lebih baik,” tandasnya.

Sebagai perusahaan digital, katanya PT Telkom juga akan membangun advertising exchange (pertukaran iklan) dan menggodok beberapa program digital.

“Terlepas dari itu, situasi pandemi Covid-19 ini juga sedikit membawa dua mata pisau bagi PT Telkom. Artinya memang secara bisnis dan perilaku berubah semuanya, banyak di rumah untuk menjaga jarak dalam mengurangi kontak sosial,” imbuhnya.

Tapi di sisi lain, lanjutnya perubahan tersebut meningkat tingkat adopsi masyarakat terhadap digital yang cukup tinggi. Anak-anak sekolah sudah pakai internet zoom, sangat membutuhkan dari yang TK sampai e-learning mahasiswa hingga perkantoran.

Baca Juga:  WNA China Masuk Indonesia, Athari: Harusnya Dilarang Untuk Seluruhnya

“Bahkan tercatat aplikasi video conference itu multiplayingnya 78 kali pemakaian. Di sinilah keberadaan kita, karena PT Telkom itu memang dikenal oleh masyarakat dulu sebagai perusahaan yang only connectivity (hanya konektifitas), dengan beberapa tahun ini kami sudah beralih untuk mendiclear menjadi perusahaan digital,” ulasnya.

Termasuk juga, PT Telkom juga akan menggodok digital exchange. Ini sudah dalam rangka tahap uji coba yang itu alatnya Google Slide.

“Ini kita membangun Google Slide ini di Indonesia. Merupakan amanat besar dari Presiden RI, supaya kita bisa menyelaraskan platform dan prodak digital. Ibaratnya menumbuh kembangkan konten-konten dalam negeri untuk mendorong start up-start up muda Indonesia,” bebernya.

Oleh karena itu, kata Pujo hanya digital yang bisa mengejar ketertinggalan, dengan digital bisa cepat dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang cepat dengan via YouTube, video conference dan lain-lain yang serba digitalisasi.

“Wamen BUMN sendiri menyarankan PT Telkom menjadi digital up-nya BUMN. Karena berbagai aplikasi-aplikasi digital yang sudah dibuat mulai dilihat untuk di pakai setidaknya di perusahaan BUMN dan Kementerian BUMN,” sebutnya.

Dengan itu, PT Telkom sudah mempunyai Pengembangan Ekosistem Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PaDi UMKM) yang didorong langsung eleh Menteri BUMN, Erik Tohir. Yang diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat, karena dengan adanya pandemi Covid-19 banyak UMKM dan masyarakat berhenti di awal-awal.

“Dengan digitalisasi ini UMKM mempunyai market place dan setidaknya pembelinya BUMN. Seperti membeli makanan, souvenir corporate dan lain-lain. Diharapkan oleh PaDi UMKM dengan adanya itu, akan menumbuhkan ekonomi daerah dan masyarakat melalui digitalisasi,” terangnya.

Saat ini, sedang bergulir, program PaDi UMKM yang diikuti awalnya 9 BUMN yang , sekarang sudah 47 BUMN dan juga lintas kerja sama dengan Kemenparekraf, Kemendes PDTT serta Kemenkop dan UKM.

“Kita juga bersinergi membantu pemerintah untuk percepatan penuntasan pandemi Covid-19. Seperti vaksinasi kita bekerja sama dengan Kominfo dengan menginisiasi  aplikasinya. Dan aplikasi ini dipakai pemerintah dengan menghimpun data base,” pungkasnya.

Sementara itu, GM Telkom Witel Sumbar, Alfi Sumarta menambahkan Witel Sumbar mempunyai upaya-upaya yang akan dilakukan dalam memajukan layanan dan jaringan telekomunikasi di Sumbar.

“Saat ini kami akan fokus mengembangkan infrastruktur jaringan internet broadband atau pitalebar yang unggul di Sumbar. Karena teknologi sudah berkembang, jadi kita tidak pakai kabel tembaga lagi, akan tetapi memakai Fiber Optik (Optical Fiber),” ujarnya

Program unggulan PT Telkom yakni IndiHome ini melalui kemitraan tengah berupaya bersinergi dengan konten profil dan berupaya terus untuk meningkatkan pengalaman digital yang terbaik untuk pelanggan.

“Akselerasi pertumbuhan IndiHome sangat  dahsyat. Hal ini terkait perkembangan telekomunikasi dalam beberapa tahun terakhir yang sangat berubah,” ungkapnya.

Saat ini, IndiHome terus meningkatkan kualitas layanan dan kecepatannya dengan tujuan meningkatkan customer experience.

“Kalau customer mudah menjangkau layanan kami, mereka pun dengan senang hati menambah kanal yang ingin mereka lihat,” tuturnya. (Randi Zulfahli)

Previous articleTotalnya Rp 388,5 Juta, PLN UIW Sumbar Salurkan CSR Bantu Masyarakat
Next articleBangkitkan Potensi Koreografi, SEKOCI Mentoring 10 Koreografer Muda