Hadiri Konferensi Penyiaran, Sandi: Ciptakan Generasi Berakhlak Mulia

19

Industri media dan komunikasi serta penyiaran mesti terus berkolaborasi menciptakan pemikiran luhur guna menghasilkan generasi penerus yang berakhlak mulia, menjunjung tinggi semangat fatonah, amanah, siddiq dan tabliq.

Pesan itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno secara daring ketika menjadi pembicara kunci Konferensi Penyiaran Indonesia yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Rabu (15/9/2021).

“Soal tablig ini harus menyampaikan hal-hal yang baik-baik saja, dan juga menyampaikan yang akurat dan membangun bangsa dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika serta tentunya dengan landasan Pancasila,” tambah Sandi.

Pada akhirnya, kata Sandi, harus diciptakan konten kreatif yang dapat mempersatukan bangsa ini dengan balutan informasi akurat, terverifikasi dalam bingkai inovasi. Informasi tersebut harus sesuai dengan nila-nilai luhur bangsa ini. “Penyiaran juga harus mempersatukan ukhuwah watoniah kita yaitu persatuan kita yakni persatuan kebangsaan kita,” tuturnya.

Di awal paparannya, Sandi menjabarkan kondisi sektor pariwisata di Indonesia. Meskipun mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19, masih ada satu sektor lain yang justru masih dapat diharapkan, yakni sektor ekonomi kreatif khususnya di sub-sektor TV dan radio. Menurutnya, sub-sektor ini justru menunjukan perkembangan yang luar biasa.

“Jumlah tenaga kerja memang terkendala dari segi penyerapan,  tapi ternyata sektor ini mengalami reliable. Semangat untuk bangkit menghinggapi lebih dari 34 juta pekerja parekraf. Di mana kita terapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sandi berharap konferensi penyiaran yang melibatkan unsur perguruan tinggi ini dapat menghasilkan pemikiran kreatif dan inovatif yang bisa disumbangkan sebagai pemikiran terbaik.

“Rencana KPI dan 12 perguruan tinggi bisa dikolaborasi dengan kami di Menparekraf. Karena salah satu sub-sektor yang kami bina adalah sub-sektor penyiaran ini. Sehingga motto Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh bisa kita wujudkan. Saya ucapkan terimakasih, bangkit di saat sulit, menang melawan covid dan together with KPI, yes we can do it,” tandasnya.

Baca Juga:  IPHI Seluruh Indonesia Diminta Selenggarakan Bimbingan Manasik Haji Gratis

Sementara itu, pada sambutan awal acara, Komisioner KPI Pusat sekaligus PIC Konferensi Penyiaran Indonesia, Yuliandre Darwis, menegaskan situasi komunikasi di ruang publik semakin kompleks, dinamis dan cepat. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya, sebagai dampak dari kemajuan teknologi informasi pada akhirnya ketersediaan informasi saat ini sangat melimpah.

“Media penyiaran salah satu dari media massa dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan frekuensi sebagai ranah publik, sehingga kaidah penggunaan media massa penyiaran diatur khusus yang mengedepankan tanggung jawab yang bermartabat,” tambahnya.

Melalui konferensi penyiaran ini, kata Andre, publik menaruh harapan besar semakin banyak para ilmuan di Indonesia yang terus mengembangan penelitian-penelitian lain untuk merespons perubahan dunia komunikasi, media, teknologi termasuk penyiaran. Apalagi pada awal November 2022, Indonesia akan bermigrasi dari analog ke digital.

Konferensi ini mengusung tema “Mewujudkan Media Komunikasi dan Industri Penyiaran yang Sehat, Tangguh dan Berbasis Kemanusiaan” hasil kerja sama KPI dan Universitas Hassanudin.

Diharapkannya dapat menciptakan iklim media dan pola komunikasi yang memiliki tanggung jawab moral dalam ranah komunikasi dan penyiaran.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi  yang juga Program Prioritas Nasional bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang melibatkan lebih dari 192 orang pakar dari 12 Universitas Negeri se Indonesia untuk mengukur sejauh mana kualitas konten siaran kita,” tandasnya.(rel/idr)