Prioritaskan Infrastruktur Telekomunikasi dan Literasi Digital

107

Anggota Komisi I DPR RI, Kresna Dewanata mengungkapkan era digital telah membawa suasana baru yang sangat berbeda dengan era sebelumnya.

Perubahan dan pengaruh era digital dirasakan pada semua bidang kehidupan, secara positif maupun negatif.

Namun demikian, kata Kresna, kemajuan teknologi saat ini harus dibarengi edukasi teknologi dan dijadikan suatu peluang yang dapat menudahkan sekaligus menguntungkan.

“DPR ingin ada regulasi yang baik dengan pemerintah agar dapat melindungi hak dan kewajiban masyarakat dengan kemajuan teknologi. DPR juga sedang mambahas tentang RUU Perlindungan Data Pribadi sehingga masyarakat nantinya tidak perlu gusar lagi dengan kamanan identitasnya,” kata Kresna saat menjadi pemateri diskusi berbasis daring yang diselenggarakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) bertema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi Oleh masyarakat Sebagai Media Edukasi dan Bisnis” di Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Melihat aspek anak-anak yang kini mulai belajar dari rumah dengan metode daring, Kresna memandang perlunya literasi digital dimulai dari keluarga. Apalagi tanggung jawab orangtua terhadap anak sangat besar.

Jika orangtua tidak dapat menerapkan literasi digital bagi anaknya, maka si anak akan terkena dampak buruk kemajuan teknologi digital.

“Jika kita tidak bisa meminimalisir dampak negarif ini, maka akan berpengaruh signifikan terhadap anak. Lantas apa yang harus dilakukan orangtua terhadap anaknya, agar anaknya tidak terkena dampak negatif dari era serba digital ini,” ungkap Kresna.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengungkapkan memasuki era digitalisasi saat ini kebutuhan pokok masyarakat yang hidup di kawasan perkotaan mulai bertambah.

“Peningkatan infrastruktur digital saat ini menjadi hal yang perlu jadi  skala prioritas,” tukasnya.

Pemerintah melalui Kemenkominfo serta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) meningkatkan infrastruktur di daerah-daerah kecil yang belum ada infrastruktur telekomunikasi.

Baca Juga:  Nevi Zuairina Menggulirkan Empat Program Unggulan di Dapil Sumbar II

Daerah-daerah kecil yang dimaksud lebih dikenal dengan sebutan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Jadi, 3T ini merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk wilayah-wilayah yang lokasinya  terpencil maupun perbatasan.

“Peran strategis BAKTI lebih memfokuskan pada pengembangan daerah-daerah pinggiran yang belum tersentuh itu,” ungkap Yuliandre Darwis.

Presiden Presiden OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF) periode 2017-2018 ini mengatakan peran media internet tentu saja dengan  komputer yang menjadi perangkat utamanya semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlupakan dalam kehidupan manusia pada masa mendatang.

Tak hanya internet. Saat pandemi Covid-19 saat ini terjadi peningkatan penjualan alat olahraga, misalnya sepeda.

“Pola kehidupan masyarakat saat ini yang meminimalisir aktivitas bersinggungan dengan orang lain,  mulai beralih ke olahraga yang bersifat pribadi,” kata pria yang akrab disapa Andre ini.

Lebih jauh, Andre menilai pembelajaran digital yang digadang-gadang bisa memfasilitasi pertemuan antara guru dan murid di kelas maya, ternyata tak selamanya bisa berjalan mulus.

Metode belajar online sebagai bagian dari e-learning membutuhkan daya upaya dan biaya yang tidak sedikit. Untuk dapat melakukan pembelajaran jarak jauh, tentunya siswa harus memiliki gadget.

Selain itu, untuk dapat mengakses internet setiap saat, orang tua harus menyediakan dana untuk membeli kuota data meski ada subsidi pemerintah terkait kuota internet bagi para siswa.

Berdasarkan data statista.com, kata Andre menunjukan telah terjadi peningkatan unduhan platform Zoom sebanyak 3,2 juta unduhan di seluruh dunia.

“Bagaimana Zoom menjadi wadah komunikasi saat ini. Dengan teknologi memudahkan dan juga menunjang aktivitas manusia untuk dapat tetap berkomunikasi,” kata Yuliandre.(rel/syr)