Agar Masalah tak Membesar, Aktor Pemerintahan Harus Jago Komunikasi

111

Banyak persoalan pemerintahan timbul dan membesar karena lemahnya komunikasi para aktor di pemerintahan, terutama kepala pemerintahan dan juru bicaranya. Baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hal itu diungkapkan Pakar Pemerintahan dan Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan, Rabu (16/12/2020).

Menurut tokoh yang akrab disapa Prof Djo ini, kelemahan itu bisa terjadi karena ketidakcakapan, ketidakmahiran, ketidakpiawaian, atau singkat kata ketidakmampuan sang aktor pemerintahan berkomunikasi.

Akibat tidak memiliki kemampuan tersebut, persoalan kecil dalam mengurus masyarakat tidak teratasi. Bahkan, katanya kian menjadi-jadi. “Hingga bisa membuat chaos dan anarki,” imbuh Guru Besar IPDN ini.

Karena dampaknya fatal, maka Djohermansyah mengingatkan agar orang-orang yang menduduki kursi nomor satu di pemerintahan (pusat dan daerah) harus jago berkomunikasi, punya the dream tim publik relasi dan sehari-hari didampingi juru bicara yang mumpuni.

“Sesungguhnya debat dalam pemilihan pemimpin pemerintahan, tidak hanya untuk menilai substansi visi dan misi, tapi juga bagaimana kehebatan dia beretorika dan berargumentasi. Apakah mengalir lancar atau tersendat sembari melihat kerpekan (contekan) di dalam laci?” jelasnya.

Baca Juga:  Andre Rosiade Minta Anies Rekomendasikan Gelar untuk Pejuang Reformasi

Mantan Pejabat Gubernur Riau itu lebih lanjut memberikan masukan agar kepala pemerintahan yang lemah kemampuan komunikasinya diberikan orientasi dulu.(esg)