Dampak Korona di Pulau Jawa, Pengangguran Bisa Capai 5,2 Juta Orang

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. (JPG)

Virus korona atau Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan manusia, namun juga hampir seluruh sektor perekonomian. Banyak perusahaan yang terganggu, bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali. Hal ini dapar menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang sangat besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah menyiapkan skenario terberat termasuk dalam menghadapi angka kenaikan pengangguran hingga 5,2 juta orang. “Kenaikan sampai 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat ada kenaikan 5,2 juta,” ujar Sri Mulyani dalam video conference, Jumat (17/4).

Sri Mulyani menyebut, masyarakat yang paling berdampak adalah sektor informal atau pekerja harian sebanyak 265 ribu. Sementara untuk pekerja yang dirumahkan yaitu sebanyak 1,24 juta. “Pekerja yang dirumahkan dari April adalah 1,24 juta dari pekerja sektor formal. Sektor informal, pencatatan harus dilihat lagi sebanyak 265 ribu pekerja,” tuturnya.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 telah meluas ke berbagai negara. Sehingga, membuat perekonomian global turun dan terancam terjadinya resesi. “AS pengangguran 10 persen, bahkan ada yang estimasi di atas 15 sampai 20 persen. Ini tingkat penganguran terbesar dunia,” ucapnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah menggerogoti sektor perekonomian nasional. Hingga saat ini, setidaknya sebanyak 5.516 orang positif terinfeksi wabah virus ini dengan penyebaran terbanyak di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Banten.

Menkeu menyebut, dampak perekonomian terbesar terjadi di pulau Jawa yang berkontribusi mencapai 57 persen. “Ini yang mempengaruhi cukup besar terhadap prospek ekonomi dan kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Sri Mulyani menjelaskan, apalagi, virus pandemi tersebut telah menyebar lebih dari 200 negara, termasuk negara adidaya Amerika Serikat (AS) yang menjadi paling tinggi setelah Tiongkok, Korea Selatan, Iran dan Italia, Spanyol, Inggris. Ia menambahkan, seluruh negara tengah berusaha keras untuk menangani penyebaran dan meredam dampak virus Covid-19 sehingga roda perekonomian kembali berputar.

“Semua negara berusaha untuk menanggulangi pandemi dari sisi total jumlah kasus yang meningkat biasanya secara eksponensial pada minggu atau bulan petama. Ini berupaya membuat lebih landai dari kurva penyebaran,” tutupnya. (*)