UAS Ditolak Masuk Singapura! Dokumen Lengkap, Tetap Dipulangkan Paksa

6
Abdul Somad.(INSTAGRAM USTADZ ABDUL SOMAD OFFICIAL)

Rencana Ustad Abdul Somad (UAS) dan keluarganya untuk berlibur ke Singapura akhirnya batal. Sebab, dai kondang itu ditolak masuk ke negeri berjuluk The Lion City itu. Kendati UAS memiliki dokumen lengkap, dia dipulangkan paksa oleh Imigrasi Singapura.

Kabar tersebut ramai setelah UAS mem-posting unggahan di akun media sosialnya. Tampak dia berada di ruangan sempit. Pada bagian caption, dituliskan bahwa dia berada di ruangan 1 x 2 meter seperti penjara di imigrasi sebelum akhirnya dideportasi dari Singapura.

Unggahan tersebut sontak ramai. Banyak pihak yang memprotes perlakuan pihak Imigrasi Singapura. Dikonfirmasi atas kabar tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo menyampaikan bahwa UAS tidak dideportasi.

Tapi, UAS tidak mendapat izin untuk masuk atau not to land (NTL) sehingga diminta kembali. Keterangan tersebut diperolehnya seusai meminta penjelasan dari pihak Immigration & Checkpoints Authority (ICA). “Belum lewat imigrasi dan diminta kembali,” ujarnya kemarin (17/5).

Menurut ICA, kata dia, UAS tidak memenuhi kriteria untuk eligible berkunjung ke Singapura. Sayangnya, saat ditanya lebih lanjut mengenai alasannya, ICA tidak mau menjelaskan.

“ICA juga tidak mau menjelaskan apakah UAS masuk blacklist mereka atau tidak,” katanya. Dia mengaku telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Singapura untuk menanyakan lebih lanjut alasan penolakan tersebut.

Baca Juga:  Jamaah Sakit Bisa Disafariwukufkan, Rombongan Terakhir Masuk Mekkah

Pernyataan Suryo itu dibantah UAS saat diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta. Dalam wawancara tersebut, UAS membantah disebut tidak mendapat izin masuk. “Saya kasih tahu. Saya sudah masuk. Semua paspor sudah di-scan,” katanya.

UAS dan rombongannya bahkan sudah keluar dari ruang pemeriksaan paspor. UAS lantas meminta duta besar Singapura di Jakarta mengklarifikasi permasalahan tersebut. “Harus ada penjelasan kenapa saya ditolak masuk Singapura. Apa salah saya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) menegaskan bahwa penolakan itu merupakan otoritas penuh pihak Imigrasi Singapura.

Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Achmad Noer Saleh menjelaskan, dari sisi Imigrasi Indonesia, tidak ditemukan masalah dalam dokumen UAS dan kawan-kawan.

“Tidak ada masalah dalam paspor mereka bertujuh (UAS dan kawan-kawan, red), dari Imigrasi Indonesia sudah sesuai ketentuan,” kata Achmad dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos (grup Padang Ekspres) kemarin. (mia/c7/tyo/jpg)