Daerah Mesti Perkuat Pasar Dalam Negeri

42

Bogor, Padek—Presiden Joko Widodo mengingatkan daerah untuk memperkuat pasar dalam negeri yang sangat potensial dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa. Jangan biarkan pangsa yang besar ini diambil negara lain.

”Perlu diperkuat perdagangan antardaerah, antarprovinsi dan antarpulau. Ini penting sekali. Ini harus terus disampaikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dalam forum-forum,” ujar Presiden Jokowi sewaktu membuka Apkasi Otonomi Expo 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (20/10).

Ajang expo ini untuk saling memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah dan memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain. Menurut Jokowi, setiap daerah harus fokus pada produk-produk unggulannya. Sehingga, dapat saling menopang, mengisi dan melengkapi. ”Kita ini senang latah, karet ramai semua tanam karet. Ambruk semuanya ambruk. Jangan seperti itu. Setiap daerah perlu fokus pada produk unggulannya,” ujarnya.

Jokowi meminta deerah terus meningkatkan volume ekspor. Fasilitasi pelaku usaha dalam mengembangkan produknya, karena pasar ekspor masih terbuka lebar. Menurut dia, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Agustus 2021 mencapai US 142 miliar dolar. Tumbuh 37,7 persen year on year.

”Ekspor kita tumbuh bagus sekali. Daerah bisa manfaatkan ini. Jangan ruwet dan hambat perizinan,” ujarnya. Apalagi mitra dagang mulai pulih setelah dihantam pandemi Covid-19. Perekonomian Tiongkok tumbuh 7,9 persen, Amerika 12,2 persen, Jepang 7,6 persen dan India mencapai 20,1 persen.

Jokowi berharap, Apkasi Otonomi Expo bukan hanya menunjukkan produk dan objek wisatanya saja. Namun, juga harus menunjukkan iklim investasi di daerah-daerah semakin baik. ”Kepastian hukum terus membaik, kemudahan perizinan hingga OSS (Online Single Submission) juga berjalan baik. Kepastian ini diperlukan dunia usaha,” ujarnya.

Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2021 bertemakan ”Daerah Bangkit, Indonesia Maju“ itu, juga dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Seskab Pramono Anung dan Ketua Dewan Pembina Apkasi Mardani H Maming.

Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan bahwa Apkasi siap berperan bersama pemerintah untuk berjuang membangkitkan ekonomi nasional di masa sulit ini, salah satunya lewat expo ini. Tahun ini, expo menawarkan peluang investasi terkait berbagai produk-produk daerah yang potensial untuk dikembangkan dan diperdagangkan, yaitu pengolahan pakan ternak, produksi ikan tangkap dan budidaya perikanan, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, pengembangan objek wisata, agrowisata dan pembangunan hotel dan resort, serta industri hilir kelapa sawit dan karet.

Baca Juga:  Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa, Wagub Audy: Jaga Eksistensi Konten Lokal

”Produk-produk daerah hendak diperdagangkan lebih luas melalui pemanfaatan teknologi informasi berupa aplikasi (start-up). Terbukti, memudahkan proses pemasaran produk dagang tersebut,” ujar Bupati Dharmasraya itu.

Dengan teknologi informasi itu, kata dia, diharapkan daya jual-beli meningkat, tanpa harus bertatap muka. Sehingga, perdagangan ekonomi tetap membaik dan upaya pencegahan Covid-19 juga tetap terjaga.

Expo ini diharapkan menjadi cikal-bakal perdagangan baru pada masa pandemi dan masa depan nantinya. Itu sebabnya antusias peserta diharapkan menciptakan gairah baru pasar ekonomi daerah dan nasional meski pandemi masih melanda.

”Kepercayaan diri pasar ekonomi tersebut tentu tumbuh karena upaya Presiden Joko Widodo untuk terus menyalurkan vaksin ke seluruh wilayah Indonesia. Peran itu juga melibatkan berbagai stakeholder, termasuk TNI dan Polri. Semoga semakin luasnya sebaran vaksin maka kebangkitan ekonomi kian membaik,” ujarnya.

Apkasi Otonomi Expo 2021 berlangsung hingga Jumat 22 Oktober 2021 di Jakarta Covention Center ini, digelar dengan protokol kesehatan sangat ketat. ”Penyelenggaraan expo dengan protokol kesehatan ketat ini, juga hendak memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia siap menghadapi penyesuaian pola hidup yang diakibatkan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Expo kali ini meliputi kegiatan pameran, forum bisnis dan pemilihan putri otonomi daerah yang diharapkan mampu mempromosikan keunggulan daerah. Pameran kali ini hanya diikuti 70 pemkab, 2 pemprov, 5 kementerian/lembaga, 8 perusahaan swasta nasional. Total stan hanya 140.
Kegiatan ini juga diisi dengan executive dialogue menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Ketum Kadin Arsjad Rasjid dan Ketum HIPMI Mardani H Maming. (ita)