Mesti Ada Efek Jangka Panjang KTT G20, Nevi: Antisipasi Resesi & Perkuat UMKM

21

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina memberikan harapan Presidency G20 membahas soal potensi resesi ekonomi hingga korelasinya pada ketahanan perekonomian di daerah.

Menurutnya, KTT G20 mesti ada efek jangka panjang program berkelanjutan, terutama bagi UMKM kita agar pondasi negeri ini tetap kuat yang selama ini banyak ditopang oleh pelaku UMKM secara keseluruhan.

Nevi berharap, setelah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, persiapan Indonesia menghadapi segala kemungkinan terburuk seperti resesi ekonomi. Ada tindakan preventif untuk memperkecil tingkat keparahan di Indonesia yang bisa terjadi kapan saja.

“Kebijakan fiskal selama pemerintah saat ini mesti memastikan arus uang luber ke bawah. Selain itu, 99 persen struktur tenaga kerja ada di UMKM, bukan di industri menengah dan besar. UMKM inilah yang relatif bertahan, apalagi jalur uang berputar di daerah,” ungkap Nevi.

Legislator asal Sumatera Barat II ini mengapresiasi, kepada pemerintah yang telah mengakomodir 22 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi souvenir resmi penyelenggaraan KTT G20 di Bali.

Menurutnya, ini upaya yang positif dalam menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebangkitan UMKM di Indonesia.

Namun, lanjut Nevi, itu belum cukup. Ia menyarankan, agar pemerintah juga melibatkan UMKM di segala aspek, tak hanya sebatas souvenir, namun juga terlibat dalam gelaran yang akan dilaksanakan. Tujuannya adalah agar sekitar 65 juta UMKM di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam perhelatan G20.

Baca Juga:  RKUHP Reduksi Kejahatan Kemanusiaan, Disahkan Pada Rapat Paripurna DPR Hari Ini

“Mengingat UMKM merupakan salah satu fokus utama pemerintah. UMKM telah menyumbang sekitar 60 persen dari total GDP Indonesia.  Saya tentu terus mendorong setiap program pemerintah yang ditujukan untuk kebangkitan UMKM kita. Salah satu kendala dan keluhan klasik UMKM adalah mengenai permodalan. Oleh sebab itu, saat ini Pemerintah masih terus bekerja untuk merealisasikan target level inklusi keuangan dalam negeri sebesar 90 persen di 2024,” Urai Nevi.

Politisi PKS ini menjabarkan, sebagai tindak lanjut KTT G20, untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat berkelanjutan, seimbang dan inklusif, negara kita mesti terlibat penuh.

Hal yang sangat menarik menurutnya, salah satu sejarah penting bagi Indonesia mengingat bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang bergabung.

 “Saya berharap, pemerintah dengan segala daya upaya harus bekerjasama, bersinergi dan berkolaborasi dengan negara-negara G 20 untuk meningkatkan dan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya juga penduduk negara-negara yang terlibat didalamnya. Ini penting untuk memastikan, pasca KTT G20, Programnya berkelanjutan untuk kemanfaatan masyarakat Indonesia,” tukasnya.(rel)