Mendag Minta Pelaku Usaha Buat Migor Curah Dalam Kemasan Sederhana

8

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta para pelaku usaha untuk mengemas minyak goreng jenis curah ke dalam kemasan sederhana sehingga harga penjualannya tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Hal itu disampaikan Zulhas usai blusukan ke Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Kamis, (23/6). Di sana dia mengecek harga minyak goreng dan bahan-bahan pokok lain.

Turut mendampingi  Mendag Zulhas  yaitu  Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan  Suhanto dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan.

“Saya memastikan, keliling ke pasar-pasar. Kalau di satu pasar di Kota Bandung ini, Pasar Kosambi, ini malah lebih, stoknya lebih. Artinya itu orang sudah enggak antre, mungkin membeli seperlunya karena barangnya tersedia, harganya stabil,” tegas Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas melanjutkan, di Pasar Kosambi Bandung saat ini juga tidak ada lagi masyarakat yang mengantre minyak goreng. Harga minyak goreng curah di Pasar Kosambi Bandung, Jawa Barat sudah normal Rp14.000/liter.

“Ini sudah tidak ada antre atau rebutan lagi ya, tidak adalagi, sudah aman. Jadi Rp14.000/liter itu di sini, belum di tempat lain, sudah terjamin,” beber Zulhas.

Mendag  Zulhas mengungkapkan, Kementerian  Perdagangan akan berkoordinasi dengan  pelaku usaha minyak goreng untuk  mengadakan minyak goreng curah kemasan sederhana dengan  merk ‘Minyak Kita”. Tujuannya agar masyarakat dapat membeli minyak goreng curah dalam kemasan sederhana di ritel modern dengan harga Rp14.000/liter dengan lebih aman dan higienis.

Baca Juga:  Mendag Zulhas Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi Lewat Kerja Sama IUAE-CEPA

“Saya akan undang pengusaha-pengusaha,  produsen  minyak  goreng,  untuk  mengemas  minyak curah  menjadi  kemasan  sederhana.  Sehingga  nanti  masyarakat,  ibu-bu,  kalau  dia  belanja  ke supermarket, ada minyak goreng yang harganya Rp14.000/liter dengan merek Minyakita,” terangnya.

Dalam sidak  tersebut, Mendag Zulhas juga  melihat dan meninjau sejumlah harga bahan-bahan pokok. ”Harga sembako stabil, tidak ada kenaikan lagi. Bahkan harga  cabai cenderung turun,” tegas Zulhas.

Menurutnya, harga cabai merah keriting  sebelumnya terpantau lebih dari Rp100.000/kg, sekarang  turun menjadi Rp80.000/kg. “Cabai rawit kemarin saya tanya di Pasar Cibubur Rp120.000/kg sekarang sudah Rp100.000/kg, jadi cenderung turun,” pungkasnya.

Berdasarkan  pantauan,  beras medium  dijual  dengan  harga Rp10.000/kg,  beras  premium Rp13.000/kg,  gula pasir Rp14.000/kg, tepung    terigu Rp10.000-Rp11.000/kg, daging sapi Rp150.000/kg, daging ayam Rp37.000/kg, telur ayam Rp30.000/kg, cabai merah keriting Rp80.000/kg,  cabai merah besar Rp90.000/kg,  cabai rawit merah Rp100.000/kg,  bawang  merah Rp60.000/kg, bawang putih honan Rp30.000/kg, dan bawang putih kating Rp40.000/kg.(rel)