49 Persen Penduduk Belum Divaksin Dosis Kedua

12
Suasana Upacara Pelepasan salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) yang meninggal akibat Covid 19 di RSDC Wisma Atlet, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Alm Tiur Octavia meninggal setelah dirawat di RS Persahabatan, acara Pelepasan di hadiri ratusan tenaga Kesehatan dan pejabat Wisma Atlet. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Beberapa hari terakhir kematian akibat Covid-19 mencapai lebih dari 200 kasus per hari. Data Kemenkes per 22 Februari 2022, total kasus kematian sejak varian Omicron merebak mencapai 2.484 jiwa.

Dari jumlah meninggal tersebut, hanya 46 persen yang komorbid. Dengan kata lain, lebih dari separonya atau 54 persen tidak memiliki penyakit penyerta.

”Artinya, penyakit memberat sampai menuju kematian memang tidak sepenuhnya karena adanya komorbid,” jelas Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, kemarin (23/2).

Data juga menunjukkan bahwa yang meninggal 53 persen adalah lansia. Hampir separo juga (47 persen) yang bukan lansia.

”Kesimpulannya, ancaman penyakit berat sampai meninggal memang dapat terjadi di berbagai kelompok umur. Kita tentu menyadari bahwa mungkin saja ada gabungan antara yang lansia, komorbid, dan belum divaksinasi lengkap,” jelasnya.

Menurut Yoga, penting dilakukan audit kematian untuk menentukan cause of death (COD). Kemudian, analisis perjalanan penyakit sejak tertular, timbul gejala ringan sampai berat, dan meninggal.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa 49 persen populasi Indonesia belum menerima vaksin dosis kedua. Bahkan, secara tren tampak penurunan laju suntikan vaksin pada Februari ini.

Wiku mengatakan, perlu upaya percepatan cakupan dosis kedua. Khususnya di 20 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi saat ini. Provinsi-provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta, Kepri, Kaltim, Jateng, Jatim, Jabar, Sumut, Riau, NTT, Banten, Sumsel, Lampung, Sulut, Sulsel, Sumbar, Kalsel, Maluku, dan Papua.

Baca Juga:  PLTGU Riau Diresmikan, PLN: Listrik Andal Siap Sambut Investor di Sumatera

”Hal ini demi mencegah kenaikan kasus dalam daerah maupun importasi kasus dari daerah lain,” kata Wiku.

Belum meratanya dosis kedua vaksin juga berpotensi menimbulkan masalah baru. Yakni, kedaluwarsanya stok vaksin. Wiku berharap pemprov memantau data vaksinasi di tiap kabupaten kota, termasuk besar stok dosis berkala.

”Hal ini bisa dilakukan bersama dengan dinkes setempat untuk perencanaan kegiatan vaksinasi yang baik dengan prioritas kelompok rentan,” jelas Wiku.

Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 turut disumbang dari kasus tenaga kesehatan (nakes). Dari data Kemenkes, ada ribuan nakes yang terpapar dalam masa gelombang ketiga ini.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dari 26.900-an nakes yang dites, kurang lebih 11 persen nakes dokter terpapar dan 12 persen nakes nonmedis yang positif Covid-19.

Artinya, ada 2.959 orang dokter dan 3.228 orang tenaga nonmedis yang terinfeksi. Kemudian, di bagian tenaga penunjang, ada 7.400 orang dan tenaga manajemen rumah sakit sebanyak 3.900 orang. (tau/mia/c17/fal/jpg)