Serahkan SK Penambahan Prodi, Prof. Herri Ingatkan Mutu Pendidikan

12

Dua Surat Keputusan (SK) Mendikbud diserahkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah X, Prof. Dr. Herri, MBA yang didampingi Sekretaris Lembaga Yandri. A, SH, MH serta Koordinator Kelembagaan dan Sistem Informasi Tetri Aida, SE, MM di ruang sidang lantai 2, Senin (25/1/2021).

SK Mendikbud tersebut diserahkan kepada Ketua STIKes Al Insyirah Pekanbaru dan kepada rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang diwakili oleh Kepala Pengembangan Pendidikan yang merupakan izin pembukaan program studi kebidanan program sarjana dan program studi pendidikan profesi bidan program profesi.

Selanjutnya, Prof. Herri mengucapkan selamat kepada Ketua STIKes Al Insyirah Dr. Ns. Riva Yanti, S.Kep, M.Biomed serta Kepala Pengembangan Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Dr. Moli Wahyuni, M.Pd atas kepercayaan pemerintah melalui Kemdikbud untuk membuka prodi kebidanan dan profesi bidan.

“Selamat kepada Bapak Ibu yang terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses serta menambah pilihan calon mahasiswa dalam melanjutkan studi. Laksanakanlah amanah dengan baik, selenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu sesuai dengan penambahan prodi yang diusulkan. Semoga, nanti lahir tenaga bidan profesional yang berkontribusi bagi masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak,” kata Kepala Lembaga.

Baca Juga:  RDP dengan Semen Indonesia, Nevi Minta Jaga Moratorium Pabrik

Selain itu, Prof. Herri juga mengatakan bahwa LLDIKTI Wilayah X sangat mendorong terjadinya perubahan bentuk perguruan tinggi. Untuk menjadi universitas, syaratnya adalah memiliki minimal 5 program studi yang terdiri dari 60 persen eksakta dan 40 persen bidang sosial.

Sementara, Perguruan tinggi yang berubah bentuk jadi universitas pun boleh menyelenggarakan 5 prodi yang semuanya eksakta. Tetapi, tidak diperbolehkan semua prodi ilmu sosial. Sedangkan untuk institut, cukup dengan memiliki 3 program studi dalam rumpun bidang ilmu yang sama.

Perubahan menjadi universitas pun, menurut Kepala Lembaga, dapat dilakukan dengan penggabungan PTS. Untuk perubahan bentuk seperti ini, lokasi kampus tidak harus berada di dalam satu tempat. Yang terpenting adalah menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas serta menghadirkan program studi baru sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.(*)