Presiden Minta Percepat Vaksinasi, Sumbar Diberi Catatan Khusus

130

Dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali, baru lima provinsi yang memiliki capaian vaksinasi dosis pertama di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (Kepri), Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Sulawesi Utara.

Oleh karena itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya mempercepat program vaksinasi di luar Jawa-Bali.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga dalam keterangan pers usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin Presiden Jokowi terkait Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (25/10/2021) sore.

“22 provinsi lainnya masih di bawah nasional dan ini arahannya untuk terus diakselerasi. Dan, Bapak Presiden memberi catatan khusus untuk Papua, Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Sulawesi Barat untuk terus ditingkatkan, karena mereka adalah salah satu yang terendah di level 24-33 persen,” ujar Airlangga seperti dilansir laman Setkab.

Sedangkan untuk dosis kedua, imbuh Menko Perekonomian, baru empat provinsi yang melampaui rerata nasional.

“Capaian vaksin dosis kedua di luar Jawa-Bali yang di atas nasional adalah Kepri, Kepulauan Bangka Belitung, Kaltim, dan Jambi. Sedangkan 23 provinsi lain capaiannya di bawah nasional atau rata-rata di bawah 32,67 persen,” imbuhnya.

Terkait hasil evaluasi mingguan situasi pandemi di luar Jawa-Bali, Airlangga mengungkapkan bahwa seperti pada minggu sebelumnya pada tingkat provinsi sudah tidak ada daerah dengan asesmen Level 4, sebanyak 1 provinsi berada di Level 3, 23 provinsi di Level 2, serta 3 provinsi di Level 1.

Baca Juga:  UAS Ditolak Masuk Singapura! Dokumen Lengkap, Tetap Dipulangkan Paksa

Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota, terdapat 2 daerah di level 4 yaitu Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara dan Kabupaten Tambrauw di Papua Barat. Sebanyak 11 daerah berada di Level 3, 273 daerah di Level 2, dan 100 daerah di Level 1.

“(PPKM) kita berlakukan masih sama seperti yang diberlakukan yang lalu, karena periode ini adalah evaluasi dan akan berlaku sampai tanggal 8 November. Dan, khusus untuk di luar Jawa-Bali, seluruh kegiatan itu sesuai dengan Inmendagri, seluruhnya maksimal sampai jam 9, tidak ada perubahan,” tandasnya.

Dalam keterangan persnya, Airlangga juga memaparkan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Per 24 Oktober, tingkat kesembuhan atau recovery rate (RR) nasional mencapai 96,28 persen dan tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) sebesar 3,38 persen.

Untuk wilayah luar Jawa-Bali, Sumatra memiliki RR sebesar 95,93 persen dan CFR 3,57 persen, Nusa Tenggara RR 97,20 persen dan CFR 2,34 persen, Kalimantan RR 96,32 persen dan CFR 3,17 persen, Sulawesi RR 96,87 persen dan CFR 2,63 persen, Maluku dan Papua RR 95,93 persen dan CFR 1,76 persen.(idr)