Andre Rosiade Fasilitasi 11 Bupati/Wako di Sumbar Temui SYL

47

Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade memasilitasi pertemuan 11 Bupati/Wali Kota se-Sumbar dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Selasa (25/5)

Anggota DPR RI asal Sumbar H Andre Rosiade SE memasilitasi pertemuan 11 Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat (Sumbar) dengan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Selasa (25/5). Pertemuan yang banyak bermanfaat untuk masyarakat ini dilakukan di Kantor Kementerian Pertanian RI di Jakarta.

Andre memboyong Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Wali Kota Pariaman Genius Umar, Wali Kota Padangpanjang Fadli Amran, Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin, Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian, Bupati Solok Epiyardi Asda dan Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra.

Sementara Menteri Syahrul yang akrab disapa SYL didampingi oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Ali Jamil, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fajry Djufray, dan Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang

Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan para Menteri, hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut terkait kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan para kepala daerah. Khususnya untuk percepatan pembangunan sektor pertanian di Sumatera Barat yang mayoritas warganya masih mengandalkan hasil pertanian.

“Saya sebagai anggota DPR RI mewakili Sumatera Barat bersama-sama dengan Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat melakukan koordinasi dengan Menteri Pertanian bagaimana kita bisa mendorong percepatan pembangunan pertanian yang ada di provinsi Sumatera Barat,” kata Andre yang duduk di Komisi VI DPR RI.

Andre yang merupakan anggota Fraksi Partai Gerindra mengatakan, Sumbar dianugerahi alam yang cocok untuk pertanian, sehingga dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat ekonomi berbasis pertanian bisa berjalan. Dengan demikian, manfaatnya akan bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga:  BBM Lancar Selama Lebaran, Andre Puji Pertamina

“Alhamdulillah respons Pak Menteri SYL sangat luar biasa. Beliau sangat mendukung dan berkomitmen untuk membantu pengembangan pertanian dan peternakan di Provinsi Sumatera Barat bersama dengan Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Barat. Akan ada konsep dan program konkret dari Kementerian Pertanian yang akan didorong dan direalisasikan dalam waktu cepat,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Pada pertemuan tersebut, Andre juga didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono. Selanjutnya, para kepala daerah di Sumatera Barat menyatakan siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian.

Kolaborasi yang dimaksud mulai dari upaya mencetak sawah baru sebagai lumbung pangan di Kabupaten Pesisir Selatan, mengoptimalkan peternakan terpadu di Kabupaten Limapuluh Kota, program petani milenial yang fokus pada pengembangan komoditas jagung dan bawang dengan memanfaatkan lahan tidur di Kota Pariaman, hingga pengembangan peternakan sapi perah dan pertanian organik di Kota Padangpanjang.

Ada juga kebutuhan untuk pembangunan kincir air sebagai irigasi di Kota Sawahlunto, kebutuhan fasilitas ekspor buah manggis yang merupakan produk unggulan petani di Kabupaten Sijunjung, hingga upaya pengembangan varietas bareh Solok di sejumlah kabupaten/kota, seperti Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok dan Kabupaten Solok.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kedatangan para kepala daerah Sumatra Barat. Ia pun mendorong agar ada satu produk pertanian unggulan, salah satunya bareh Solok yang didorong hingga menjadi identitas Sumbar.

“Saya ingin melihat Sumbar bisa lebih hebat. Kita bisa lakukan satu langkah, tapi jelas. Katakan kita mau garap bareh Solok. Perbaiki varietas, budidaya, perbaiki dia punya teknologi mekanisasi, jangan sampai kalah dengan beras Cianjur. Nanti akan kita kawal agar menjadi legacy nasional,” ungkapnya. (*)