Politisi PKS ini Makin Sibuk jadi Wakil Rakyat, 21 Jam Sehari tak Cukup

31

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina mengakui kesibukannya menjadi luar biasa ketika jadi wali rakyat mewakili daerah pemilihan Sumbar II. Namun, ia semangat, apalagi ketika aspirasi yang dihimpunnya bisa terealisasi.

Menurutnya, kesibukannya jauh melebihi saat menjadi Ketua TP PKK Provinsi Sumbar ketika suaminya, Prof. Irwan Prayitno dua periode menjabat Gubernur Sumbar. Bahkan, Nevi diapresiasi DPP PKS sebagai wakil rakyat paling produktif.

“Ketika memulai pengabdian sebagai anggota DPR RI, ternyata waktu ini terasa kurang. Tak cukup rasanya 3×7 jam setiap harinya, ketika harus berurusan dengan masyarakat,” ungkap Nevi dalam “Refleksi Akhir Tahun 2021 sebagai Wakil Sumbar di Senayan.

Sepanjang 2021 ini, lanjut Nevi, ada sebanyak 457 kunjungan lapangan yang dilakukan di Dapil Sumbar 2. Mulai dari bibir pantai Pariaman hingga kawasan pegunungan di Pasaman dan Kabupaten Limapuluh Kota yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumut dan Riau.

“Bayangkan, entah berapa kali sehari harus berkunjung ke masyarakat. Walau begitu, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat di wilayah dapil kami,” ujarnya.

Berbagai persoalan masyarakat didengar dan suarakannya meski kita tidak bisa menjanjikan untuk bisa melaksanakan semuanya. “Tapi, setidaknya kita katakan pada masyarakat akan diusahakan mencarikan jalan keluarnya. Kita secara pribadi harus punya komitmen untuk memperjuangkannya sekuat tenaga,” ungkap Nevi.

Dari aspirasi masyarakat yang diterima dan bertemu langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, baik persoalan ekonomi dan infrastruktur, termasuk masalah sosial, katanya Alhamdulillah sebagian besar sudah bisa terealisasi di sepanjang 2021. Tentunya akan berlanjut pada 2022.

“Alhamdulillah, kebetulan kami berada di Badan Anggaran DPR RI, sehingga bisa mengalokasikan dana cukup besar bagi pembangunan di Sumbar,” katanya.

Baca Juga:  Perubahan Iklim, Dunia Usaha Dituntut Percepat Pengendalian Emisi Gas

Jumlahnya, lanjut Nevi, sekitar Rp20 miliar lebih. Belum lagi dalam bentuk bedah rumah atau bantuan sosial lainnya, baik berupa sembako, bantuan bencana termasuk rumah ibadah dan sekolah.

Nevi yang dikenal sebagai Bunda UMKM ini, menyebutkan, dari puluhan miliar dana pusat yang telah dikucurkan lewat dirinya selaku anggota DPR RI, hampir seluruhnya untuk daerah pemilihan Sumbar 2, yakni Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Pasaman dan Limapuluh Kota.

“Sebagai anggota DPR RI, saya paling suka karena bisa menyalurkan anggaran pemerintah langsung ke daerah dan masyarakat. Semuanya saya pastikan tepat sasaran, karena pengusulannya berangkat dari aspirasi yang disampaikan langsung saat kunjungan ke daerah,” jelas Nevi.

Sebagai perempuan yang juga ibu rumah tangga, Nevi mengakui tentu ada hal-hal yang belum terealisasi. Namun perjuangan akan terus dilakukan dan akan selalu diupayakan.

“Khusus untuk program pemberdayaan UMKM, tahun 2022 terus kita lanjutkan. Begitu juga bantuan-bantuan sosial kemasyarakatan dan rumah ibadah akan kita salurkan secara bertahap. Bagaimanapun, UMKM bangkit, perekonomian masyarakat otomatis akan bangkit pula. Karena itu, kita akan selalu menggandeng BUMN-BUMN yang ada khususnya BUMN yang ada khususnya BUMN yang beroperasi di Sumbar,” ujar Nevi.

Khusus soal perpajakan, lanjut Nevi, Fraksi PKS di DPR RI getol memperjuangkan agar penghasilan di bawah 8 juta tidak dikenai pajak. Hal ini juga sejalan dengan upaya membangkitkan ekonomi keluarga, agar gajinya bisa digunakan maksimal untuk kebutuhan keluarganya.

“Fraksi PKS DPR RI selalu di garda depan memperjuangkan besaran gaji pekerja yang dikenai pajak. Termasuk perjuangan pembatasan impor agar produk dalam negeri lebih laku di pasaran,” tukasnya.(rel/idr)