Tak Menyangka Bisa Juara

3
DUO GELAR: Tunggal Putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/M Rian Ardianto menjadi juara di Swiss Open Super 300, kemarin (27/3).(PBSI)

Indonesia membawa pulang dua gelar dari ajang Swiss Open Super 300. Gelar itu diraih lewat tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/M Rian Ardianto.

Jojo—sapaan akrab Jonatan Christie— menaklukkan tunggal India Prannoy HS dengan dua game langsung (21-12, 21-18). Sementara itu, Fajar/Rian menundukkan ganda Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzudin (21-18, 21-19).

Itu menjadi penantian panjang dua wakil Indonesia tersebut. Dari berbagai kejuaraan yang diikuti, tidak banyak gelar juara yang berhasil didapat Jojo ataupun Fajri di single event. Jojo misalnya. Dia kali terakhir juara di Australian Open 2019. Sementara itu, Fajri juara di Swiss Open dan Korea Open 2019.

Perihal kunci kemenangan melawan Prannoy, Jojo menyebutkan bahwa dirinya mempelajari gaya main lawan saat melawan Anthony Sinisuka Ginting pada babak semifinal. Laga itu dimenangkan Prannoy dengan rubber game (19-21, 21-19, 18-21).

”Saya belajar dari Ginting ketika menyerang terus, malah dia lebih nyaman mainnya,” kata Jojo.

Karena itu, strateginya kurang lebih sama saat melawan kompatriot Prannoy, Srikanth Kidambi, pada babak semifinal. ”Saya mencoba menjauhkan bola dari jangkauannya dulu. Ketika ada kesempatan baru menyerang,” jelasnya.

Jojo tak menyangka bisa meraih gelar juara di Swiss Open. Ya, meski berstatus unggulan keempat, Jojo mengalami kendala. Khususnya saat terkena Covid-19 di German Open.

Juara Asian Games 2018 tersebut menuturkan, setelah kejadian di German Open dan kini merasakan gelar juara, itu merupakan anugerah yang luar biasa. Apalagi mengingat performanya yang naik turun.

Baca Juga:  RDP dengan Semen Indonesia, Nevi Minta Jaga Moratorium Pabrik

”Hasil ini sangat berarti buat saya. Bukan hanya gelar juaranya, tapi juga ke prosesnya. Saya bisa main di sini dan All England kemarin saja sudah sebuah anugerah luar biasa setelah saya positif Covid-19 di Jerman,” akunya.

”Ini pasti campur tangan Tuhan. Apalagi saya sudah tidak juara dua setengah tahun. Mudah-mudahan saya bisa konsisten bermain seperti ini. Maksimal dan menikmati pertandingan,” harapnya.

Pelatih tunggal putra Irwansyah menyatakan, persiapan sejak sebelum berangkat tur Eropa sudah sangat baik. Namun, Covid-19 menjadi kendala. ”Sewaktu Jonatan terpapar Covid-19 di Jerman Terbuka, saya hanya berharap dia bisa pulih dan sehat kembali.

Kalau juaranya itu nomor belakangan,” ucapnya saat dihubungi Jawa Pos (grup Padang Ekspres) kemarin. Yang terpenting, lanjut dia, Jojo bisa sembuh dan sehat kembali.

”Apalagi kena Covid-nya di luar negeri, urusannya enggak gampang. Tapi dengan semangat Jonatan sendiri, dia bisa cepat sembuh walaupun belum 100 persen,” katanya.

Karena itu, di setiap kejuaraan yang diikuti, dia menginstruksikan bahwa fokusnya hanya bisa bermain maksimal di setiap babak. ”Jadi, di Swiss Open ini pun saya bilang ke Jonatan tetap fokus untuk bermain semaksimal mungkin di setiap babak. Alhamdulillah, Jonatan bisa juara di sini,” ucapnya. (raf/c6/bas/jpg)