Lawan Virus Korona dengan Gerakan 4 Sehat 5 Sempurna versi Kekinian

81
Ketua Gugus Tugas Doni Monardo bertemu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI Prof Rini Sekarini di Graha BNPB, Jakarta. (Foto: Humas BNPB)

Masih ingatkah dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna? Kini, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19) Doni Monardo mengadopsi slogan itu untuk menghadapi virus SARS-CoV-2 yang sedang melanda tanah air.

Dulu, slogan 4 Sehat 5 Sempurna digunakan sebagai pengingat yang mudah untuk masyarakat. Sebagai asupan nutrisi untuk membangun kualitas manusia Indonesia yang andal.

Slogan yang diciptakan tahun 1950-an oleh Prof. Poorwo Soedarmo berisikan lima kelompok makanan, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu.

Namun, slogan tersebut digunakan dalam konteks saat ini sebagai benteng terakhir menghalau virus korona.

Doni menggunakan slogan serupa untuk membangun manusia Indonesia dalam menghadapi serangan Covid-19.

Ia mendefinisikan 4 Sehat 5 Sempurna sebagai upaya mencegah Covid-19. Empat sehat dari Doni yang juga Kepala BNPB ini, yaitu gunakan masker, jaga jarak, baik physical dan social distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, dan olahraga, tidur teratur dan cukup serta tidak panik. Satu pesan yang membuat sempurna yaitu makanan yang bernutrisi.

“Kalau dulu, 4 Sehat 5 Sempurna, karbohidrat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan susu. Nah ini semuanya masuk pada poin ke-5 (versi Doni),” ujar Doni saat bertemu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI Prof. Rini Sekarini di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna sangat dibutuhkan di era Covid-19. “Tidak ada manusia, negara yang bisa mengalahkan Covid, yang ada adalah beradaptasi,” ujarnya.

Di samping itu, Doni berharap slogan 4 Sehat 5 Sempurna dalam konteks menghadapi Covid-19 mudah diingat masyarakat.

Doni menambahkan bahwa slogan “4 Sehat” yang mampu diimplementasikan oleh setiap individu bertujuan meningkatkan imunitas.

“Baru kemudian didukung dengan gizi,” jelas Doni kepada Rini Sekarini yang juga Ketua IDAI DKI Jakarta. Prof. Rini merupakan cucu dari Prof. Poorwo Soedarmo, pencetus slogan 4 Sehat 5 Sempurna era dulu.

Doni juga menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons slogan tersebut dan membahas lebih lanjut sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Pakar GTPPC19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan penting untuk mengenalkan suatu narasi, yaitu 4 Sehat 5 Sempurna, yang membantu setiap masyarakat untuk “berubah” khususnya dalam menghadapi Covid-19.

Rini juga mendukung slogan tersebut dapat menjadi upaya gerakan masyarakat untuk hidup dengan perilaku adaptif secara preventif untuk menghadapi pandemi Covid-19.(rel/esg)