Nomor Resmi BMKG Sebar SMS Hoax Tsunami

40
Isi bunyi SMS hoaks. (net)

Publik Indonesia sempat heboh kemarin (27/5) pagi. Tepat pukul 10.55 beredar SMS berantai dengan nomor resmi dari KominfoBMKG. Isinya adalah peringatan dini tsunami. Informasi tersebut dipastikan hoax alias tidak benar.

SMS yang sempat menghebohkan masyarakat itu isinya: Peringatan Dini Tsunami di Jatim, NTB, Bali, NTT, Jateng, Gempa Mag:8.5, 04-Juni21 10:14:45WIB, Lok:10.50LS, 114,8 BT, Kdlmn:10KM::BMKG. Selang 16 menit kemudian disusul SMS blast klarifikasi. Bunyinya: Mohon maaf terjadi kesalahan sistem pengiriman TEST-Peringatan Dini Tsunami di Jatim, NTB, BALI, NTT, JATENG,.:;BMKG.

Tidak semua masyarakat menerima SMS berantai dari nomor resmi BMKG tersebut. Diantara yang menerima SMS tersebut adalah Anton Slamet Hariyadi, warga Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. ”Saat menerima SMS itu saya sempat bingung. Kapan ada gempa, kok tiba-tiba ada SMS itu,” tuturnya kemarin (27/5).

Anton yang saat itu berada di pusat keramaian Pasar Kencong juga heran warga di sekelilingnya anteng alias tidak ada respons apa-apa. Setelah dia cek, tidak semua orang di pasar menerima SMS blast tersebut. Dia tidak sempat mengecek keterangan tanggal dalam SMS blast tersebut. Dia bersyukur bahwa akhirnya dipastikan SMS itu adalah hoax.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Slamet Prayitno menyampaikan bahwa SMS blast tersebut tidak benar. Pemicunya adalah kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

BMKG dan Kementerian Kominfo telah merespons secara cepat dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah itu. ”Saat ini BMKG bersama Kementerian Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam,” katanya.

Baca Juga:  BBM Lancar Selama Lebaran, Andre Puji Pertamina

Tujuannya untuk mengetahui penyebab kesalahan sistem SMS itu, sampai tersebarnya informasi hoax gempa berpotensi tsunami. Bambang juga menegaskan, SMS tersebut bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Karena menurut dia sampai saat ini belum ada satupun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat soal gempa. Baik itu kapan waktunya, di mana lokasinya, dan berapa besar kekuatannya.

Jubir Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengkonfirmasi bahwa SMS blast peringatan dini tsunami palsu tersebut bukan disebabkan oleh peretasan sistem. ”Tidak ada peretasan di sistem Kominfo. Karena konten (SMS blast, red) langsung dikoordinasikan oleh BMKG kepada operator seluler. Teknis masalahnya silahkan ditanyakan ke BMKG,” jelas Dedy pada Jawa Pos (grup Padang Ekpsres), kemarin.

Dedy mengatakan bahwa konten peringatan dini gempa dan tsunami tersebut tidak benar dan telah dikoreksi secara resmi oleh BMKG. Sementara itu, Menurut Chairman Lembaga Riset Siber Indonesia Communication and Information System Security Research Center (CISSRec) Pratama Persadha mengatakan, bisa saja SMS blast palsu tersebut hanya karena kesalahan sistem.

Namun, ia juga mengatakan tetap tidak menutup kemungkinan sistem diseminasi informasi bencana tersebut terkena retas. Karena menurutnya, sistem keamanan BMKG juga tidak terlalu kuat. (wan/tau/jpg)