Macet Sejak Dini Hari, Antrean Merak Soal Tiket dan Waktu Penyeberangan

21
Ilustrasi.(FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Harapan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar jangan sampai terjadi kemacetan sampai 1 kilometer di jalan tol kandas pada hari pertama kedua puncak mudik, kemarin (28/4). Kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek mencapai belasan kilometer.

Akses utama keluar Jakarta menuju Jabar, Jateng hingga Jatim tersebut macet sejak Rabu dini hari. Kepadatan terutama terlihat di jalan layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Polantas sempat menutup akses ke jalan layang di simpang susun Cikunir pada pukul 08.10, kemudian sepanjang hari kepolisian menerapkan sistem buka tutup.

Jasa Marga juga melaporkan kepadatan terjadi di KM 39 hingga 47 kemudian KM 51 hingga KM 57 karena pemudik yang antre masuk ke rest area KM 57. Jasa Marga dan Kepolisian sempat memberlakukan contraflow pada Rabu menjelang tengah malam pukul 23.20 sampai subuh pukul 04.55.

Kemudian pada pagi harinya dibuka lagi contraflow sepanjang 26 km mulai dari KM 47 dekat akses turun jalan layang MBZ hingga ke KM 70 yang merupakan akhir dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kemacetan di seputar GT Cikampek utama bahkan mengular hingga ke ruas Cikopo Palimanan KM 86.

Menurut Corporate Communication and Community Development Head Jasa Marga Dwimawan Heru, kepadatan yang terjadi pada Kamis pagi merupakan kepadatan yang tersambung dengan ekor kepadatan yang  Jalan Tol Cipali akibat antrean masuk ke rest area KM 86.

”Saat ini GT Cikampek Utama beroperasi optimal dengan 22 unit gardu yang menuju ke arah timur Trans Jawa dengan dibantu 3 unit mobile reader dari jumlah normal 15 gardu,” kata Heru kemarin (28/4).

Heru menuturkan, pihak Jasa Marga sebagai pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan PT Lintas Marga Sedaya sebagai pengelola Cipali sama-sama menerapkan contraflow dari KM 70 Cikampek hingga KM 86 Cipali mulai dari pukul 11.40 hingga pukul 14.00.

Heru mengimbau pemudik selain mempersiapkan kondisi kendaraan, saldo uang elektronik, juga penting untuk mengantisipasi kondisi jalan tol. Selain itu, juga harus bijaksana menggunakan rest area.

”Jika rest area penuh, maka akan dilakukan buka tutup rest area oleh pihak kepolisian. Jika rest area ditutup, maka kami mohon pengguna jalan tidak parkir di bahu jalan. Pengguna bisa menuju rest area berikutnya atau keluar di akses jalan tol terdekat,” papar Heru.

Baru pada pukul 17.00, Jasa Marga dan Korlantas Polri membuka water barrier di KM 47 dan mempersilakan kendaraan dari arah barat untuk masuk ke Jalur B menuju ke timur dengan skema one way setelah sebelumnya kepolisian melakukan sterilisasi jalur B.

Skema one way ini diberlakukan sampai KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung. Sementara pemberlakuannya mulai pukul 17.00 hingga waktu yang ditentukan pihak kepolisian. Beberapa jam setelah diberlakukan one way dan ganjil genap sejak pukul 17.00,

gelombang kendaraan sudah mulai beralih dari Gerbang Tol Cikampek Utama. Kepadatan mulai terjadi di Jalan Tol Cikopo-Palimanan sebelum rest area Cipali KM 86B. Korlantas menyebut, antrean masuk ke rest area menjadi penyebab arus kendaraan tersendat.

Direktur Penegakkan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan menuturkan, penyebab kemacetan tersebut secara umum adalah rest area dan penyempitan jalan atau bottleneck. ”Kendaraan mengalami perlambatan saat menuju rest area,” paparnya.

Masalahnya, arus kendaraan terus mengalir dari arah Jakarta. Dia mengatakan, pemudik yang ingin beristirahat di rest area, sementara kapasitasnya terbatas. ”Arus kendaraan yang melambat di pintu masuk rest area, perlambatan ini berakibat ke jalan tol,” urainya.

Menurutnya, ada banyak rest area di jalan tol tersebut, seperti KM 57, KM 86, dan KM 102. Semua rest area itu berpengaruh. ”Untuk penyempitan jalannya di Jalan Tol Cipali,” urainya.

Di Jalan Tol Japek terdapat empat lajur, saat kendaraan sampai ke Jalan Tol Cipali hanya ada dua jalur. ”Ini yang menyebabkan perlambatan, karena jalannya menyempit,” jelasnya.

Dia berharap pemudik untuk mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan. Serta, selalu bersabar saat mengemudi. Kepadatan tidak bisa dihindari, kami terus berupaya memperlancar arus lalu lintas dengan berbagai rekayasa,” terangnya.

Sementara Kaposko Operasi Ketupat 2022 Kombespol Purwadi mengatakan, saat ini sedang diterapkan one way dan ganjil genap dari Jalan Tol Cikampek KM 47 hingga KM 414 Kalikangkung.

Petugas akan melihat situasi dan kondisi, bila memang diperlukan bisa jadi petugas akan menarik mundur one way dan ganjil genap hingga ke Jalan Tol Bawen. ”Tapi, ini situasional ya, diskresi petugas,” urainya.

Bagian lain, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan menuturkan bahwa sejak 25 April hingga 27 April tercatat terdapat 235 kasus kecelakaan di tujuh polda prioritas. Yakni, Lampung, Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Timur (Jatim), Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah dan Banten. ”Dari tujuh polda itu tertinggi di Polda Jatim,” jelasnya.

Di Polda Jatim tercatat terdapat 126 kecelakaan dalam tiga hari terakhir. Dia mengimbau agar masyarakat yang mudik untuk lebih berhati-hati. ”Semoga selamat bisa bertemu keluarga dan merayakan Idul Fitri,” ujarnya.

Sejak H-10 hingga H-5 Idul Fitri kemarin, Jasa Marga mencatat total 951 ribu kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek. Jumlah ini naik 9,4 persen dari volume lalu lintas normal. Lonjakan kendaraan secara signifikan terjadi pada H-6 (26 April) dengan kenaikan 89 persen dari hari sebelumnya. Kemudian  melonjak lagi 141 persen pada H-5 atau 27 April 2022.

Baca Juga:  Sah!! Larangan Ekspor Migor Dicabut, Harga Minyak Curah Akan Murah

Pelabuhan Merak Padat

Sementara di barat ke arah Sumatera, Pelabuhan Merak juga masih diwarnai kepadatan kendaraan yang akan menyeberang.  Dirjen Perhubungan Darat Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa sesuai prediksi puncak kepadatan di Merak bakal berlangsung pada 28, 29 hingga 30.

”Karena sore ini masih masuk kantor terakhir. Jadi, masyarakat cenderung setelah buka puasa memulai perjalanan,” jelas Budi kemarin.

Sebelumnya antrean yang terjadi mulai dari Senin malam (25/4) diakibatkan karena berbagai hal. Pada Senin pagi, Merak mengoperasikan total 7 dermaga. Karena tingginya volume lalu lintas, maka terjadi antrean menjelang malam hari.

Budi menyebut, beberapa faktor melibatkan misinformasi soal penjualan tiket. Banyak masyarakat yang masih mengira bahwa tiket penyeberangan Merak  bisa langsung didapatkan di tempat alias go show. Padahal, saat ini penjual tiket melalui aplikasi tiket Ferizy.

Hal ini membuat kecewa para pemudik yang sudah kadung masuk ke gerbang Pelabuhan Merak. ”Banyak masyarakat yang menyeberang setahun sekali. Jadi tidak tahu bahwa go show sudah tidak ada lagi. Tapi, di depan dermaga ada beberapa agen yang menjual tiket kapal. Banyak yang membeli di situ akhirnya parkir di depan dermaga memicu kemacetan,” papar Budi.

Ada juga soal waktu penyeberangan. Beberapa pemudik datang jauh lebih awal dari jadwal penyeberangan yang tertera di tiket. Sehingga dengan terpaksa mereka harus menunggu di pelabuhan. Hal ini kata Budi yang juga membuat tempat-tempat parkir pelabuhan penuh hingga memacu kemacetan.

Saat ini kata Budi, pihaknya dari ASDP merancang beberapa solusi. Pertama, ada dua buah dermaga di luar pPelabuhan Merak yang diperbantukan. Yakni, Dermaga PT Pelindo di Indah Kiat serta di dermaga yang dikelola PT PJB di Bojanegara, Banten.

Tiga kapal Roro diperbantukan untuk membantu mengurangi beban Pelabuhan Merak. Pemudik yang diangkut dari Pelabuhan Indah Kiat nantinya akan diturunkan di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Sementara di Pelabuhan PJB Bojanegara akan dilayani oleh kapal pengangkut kendaraan berat jenis Landing Craft Tank (LCT).

Atas inisiatif ini, Budi menyebut pada Rabu sore sudah tidak terlihat antrean. Namun, mendekati tengah malam kepadatan kembali terbentuk karena tingginya volume dari jalan tol. ”Ada antrean tapi tidak begitu panjang sekali sampai ke tol. Hanya sampai di dermaga merak saja,” katanya.

TNI AL turut menyiagakan kapal-kapal mereka untuk mengantisipasi kekurangan armada penyeberangan antarpulau. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pelni untuk menyiapkan back up.

”Kami sudah siap apabila diminta untuk membantu saat armada (kapal) milik Pelni tidak cukup,” ungkap dia kepada awak media di Jakarta.

Pada mudik tahun ini, armada penyeberangan antar pulau kembali diserbu oleh pemudik. Kepadatan di pelabuhan yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera, Bali, dan pulau lainnya juga sudah tampak.

Yudo menyebut, TNI AL memiliki kapal yang bisa difungsikan untuk mengangkut pemudik. ”Baik kapal LST (Landing Shift Tank) maupun kapal LPD (Landing Platform Dock),” ujarnya.

Dia memastikan kapal-kapal itu siap kapanpun dibutuhkan. Orang nomor satu di TNI AL itu mengakui bahwa tidak semua anak buahnya mengambil cuti untuk mudik dan merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

Sebagian di antara mereka tetap bekerja seperti biasa. Di samping menyiagakan kapal, mereka tetap bertugas sebagai bagian dari tim pengamanan mudik. ”Yang kami proyeksikan adalah pengamanan di pelabuhan-pelabuhan,” terang dia. Secara keseluruhan tidak kurang lima ribu personel TNI AL disiagakan.

Selain pelabuhan, Yudo menyatakan bahwa beberapa kapal milik TNI AL tetap beroperasi seperti biasa. Mereka berpatroli dan mengawal lalu lintas pelayaran kapal pengangkut pemudik.

”Unsur-unsur KRI maupun KAL beroperasi untuk mengamankan kapal-kapal pemudik,” imbuhnya. Itu sengaja dilakukan agar TNI AL benar-benar bisa bergerak cepat bila kapal-kapal yang mengangkut pemudik membutuhkan bantuan.

Aduan THR Meningkat

Pada bagian lain, lima hari jelang Lebaran, aduan soal pembayaran tunjangan hari raya (THR) terus meningkat. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat, ada 4.058 laporan pemberian THR selama periode 8-26 April 2022. Jumlah tersebut mencakup 2.230 konsultasi online dan 1.828 pengaduan online.

Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar Sanusi memaparkan, dari laporan konsultasi yang berjumlah 2.230, pihaknya sudah menyelesaikan sebanyak 1.779 laporan. ”Sisanya masih dalam proses,” ujarnya.

Adapun dari 1.828 laporan pengaduan yang masuk, pihaknya telah menindaklanjuti 2 laporan. Dua laporan hasil pemeriksaan kinerja tersebut berada di wilayah Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

Ia menjelaskan, dalam hal laporan pengaduan, pengawas ketenagakerjaan akan menindaklanjuti laporan pengaduan yang terlambat membayar THR kepada pekerja/buruh dengan melakukan pemeriksaan ke perusahaan.

Kemudian, ditindaklanjuti dengan pemberian nota pemeriksaan 1 dengan jangka waktu 7 hari untuk melaksanakan pembayaran THR kepada pekerja. Apabila hal tersebut tidak dihiraukan, maka akan diberikan nota pemeriksaan 2 dengan jangka waktu 7 hari kembali.

”Apabila hal pembayaran THR tersebut tidak dilulansi juga, maka akan dikenakan denda dan sanksi administratif,” pungkasnya. (tau/idr/syn/mia/wan/jpg)