Tampil di VVIP Kompas TV, Andre Rosiade Buka-bukaan Soal Politik

19

Tampil di VVIP Kompas TV, Andre Rosiade Buka-bukaan Soal Politik

Anggota DPR RI asal Sumbar H Andre Rosiade menjadi bintang utama dalam acara VVIP Kompas TV, Sabtu (27/3) pukul 14.00 WIB. Dari acara itu, sang host Timothy Marbun mengulas dengan lengkap perjalanan karir Andre Rosiade, dari seorang aktivis mahasiwa menjadi seorang politisi berskala nasional seperti sekarang ini.

Bahkan, Andre sempat ditanya apakah dia berniat menjadi Gubernur Sumbar di Pilkada 2024 mendatang? Dengan lugas Andre menjawab, biarkan mengalir saja. “Kita mengalir saja. Itu (jadi Gubernur) tergantung garis tangan, takdir Allah SWT dan kemauan masyarakat,” ucap Andre yang “dikawal” kru dari rumah sampai kantor DPR RI ini.

Andre menegaskan, berpolitik dulu dan sekarang itu beda. Untuk itu, saat ini dia lebih fokus menjalani tugas sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar 1, dan bekerja untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Pertanyaan mengenai target politik itu timbul dari host acara VVIP, Timothy Marbun, setelah Andre menyampaikan kilas balik kenapa dia sampai terjun ke politik, dan saat ini bergabung dengan Partai Gerindra.

“Awalnya saya berniat maju menjadi Wali Kota di Padang pada tahun 2013. Setahun sebelumnya, 2012 sudah dilakukan sosialisasi. Karena sesuatu dan lain hal, tidak jadi maju walaupun popularitas dan elektabitas saya waktu itu cukup tinggi. Saya menganggap ini adalah ‘ongkos belajar’ yang harus dibayar,” tutur Andre yang juga ketua DPD Partai Gerindra Sumbar.

Lanjut Andre, pada Pilpres 2014 ia masuk ke Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Prabowo-Hatta. Dan 2015 masuk ke Partai Gerindra, dengan jabatan di partai merangkak dari bawah. Kemudian saat Pilpres 2019 jadi salah seorang Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

Saat ini di Partai Gerindra, Andre Rosiade termasuk dalam jajaran Anggota Dewan Pembina, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar, dan Kapoksi Partai Gerindra di Komisi VI DPR RI.

“Sebagai Ketua Umum, Pak Prabowo itu membuka ruang bagi anak muda untuk mengaktualisasikan dirinya di Partai Gerindra. Tinggal lagi kita bisa menunjukkan loyalitas dan aksi nyata bagi masyarakat banyak,” ujar putra Padang, kelahiran 7 November 1978, yang saat ini berusia 42 tahun.

Baca Juga:  WNA China Masuk Indonesia, Athari: Harusnya Dilarang Untuk Seluruhnya

Pengambilan gambar VVIP yang awalnya di rumah, dilanjutkan ke kantor Andre di Komplek MPR/DPR/DPD Senayan Jakarta, untuk melihat secara dekat kegiatan kedewanan Andre, dan sekaligus menggali kenangan ketika menjadi demonstran yang pernah menduduki gedung parlemen itu selama 4 malam saat terjadi Reformasi 1998.

Ternyata ruangan Andre di Senayan tersebut sangat istimewa, karena di samping luas, punya ruang kerja pribadi, ruang staf yang jumlahnya 10 orang, dan ruang rapat, yang mempunyai pintu khusus dari ruangan kerja Andre.

“Ini adalah ruangan mantan petinggi Partai Gerindra, yang kebetulan sudah meninggal. Dan saya berterima kasih kepada petinggi partai saat ini yang mengizinkan saya memakai ruangan ini,” tukas alumnus Universitas Trisakti, Jakarta, ini.

Ketika disebut Timothy bahwa Andre sangat kritis dalam mencermati setiap persoalan bangsa, walaupun berada di dalam pemerintahan, dijawab Andre itu merupakan sebagai bentuk tanggungjawabnya menjadi Anggota DPR RI.

“Walaupun kita Partai Gerindra di pemerintahan, mengkritik itu sah-sah saja, asal itu menyangkut program dan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Yang tidak boleh itu menyinggung masalah pribadi. Dan sebagai anggota dewan, kita pun harus siap pula dikritik, bahkan dicaci maki,” katanya.

Ditekankan Andre, di alam demokrasi ini boleh berbeda pandangan dan berkompetisi dengan keras, tapi setelah ada hasil yang disepakati atau didapat, maka mari terima keputusan tersebut dengan berangkulan. “Negara ini membutuhkan kerjasama anak bangsa untuk bisa keluar dari krisis, dan bangkit dari pandemi,” pungkasnya.

Acara VVIP KompasTV yang diakhiri dengan main futsal, dimana Andre dan Timothy ikut main beserta staf dan driver Andre itu, ditonton oleh istri tercinta Andre, Nurul Anastasia, yang dulunya satu kampus di Universitas Trisakti, dan saat ini menjadi pendukung utama Andre dalam menjalani karir politik. (*)

Previous articleGodzilla vs Kong, Pertarungan Menggelegar Dua Titan
Next articleRaffi Datang, Cilegon United Bisa Jadi Cilegon Rans United