Driver Nyanyi ‘Ku Tak Bisa’, Slank Galang Dana untuk Pekerja Harian

Slank, Yayasan Anak Bangsa Bisa dan Kitabisa bersatu galang dana untuk pekerja harian melalui Gerakan #SumbangSuara. (Foto: Corcom Gojek)

Slank, Yayasan Anak Bangsa Bisa, dan Kitabisa Galang Dana untuk Pekerja Harian melalui Gerakan #SumbangSuara

Grup Band Slank dan Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) yang didirikan oleh Gojek bersama platform penggalangan dana online Kitabisa, Rabu (29/4/2020) meluncurkan penggalangan dana publik melalui gerakan #SumbangSuara dengan target minimum Rp 15 miliar.

Penggalangan dana didedikasikan untuk para pekerja yang penghasilan hariannya rentan menurun, akibat sepinya jalanan karena pandemi Covid-19. Seperti pedagang asongan, musisi jalanan, pemulung, tukang parkir, hingga supir angkot, taksi, ojek pangkalan dan online dari berbagai aplikator.

Apalagi berdasar data Badan Pusat Statistik, lebih dari 55% tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal yang bergantung pada penghasilan harian.

“Tidak hanya menggalang dana, gerakan ini juga mengajak masyarakat memberikan ucapan penyemangat untuk para pekerja informal, di halaman Kitabisa yang nantinya akan dikurasi dan ditampilkan di aplikasi Gojek,” kata Ketua Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang.

Periode penggalangan dana #SumbangSuara akan berlangsung sejak 29 April hingga 30 Juni 2020 yang dapat diakses di situs Kitabisa (kitabisa.com/sumbangsuara), laman Slank di Kitabisa (kitabisa.com/slanksumbangsuara) atau klik banner Sumbang Suara di aplikasi Gojek.

Dana yang terkumpul dari masyarakat akan disalurkan dalam bentuk paket sembako senilai Rp 100 ribu, yang akan dibagikan ke kelompok pekerja harian yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Ekonomi Indonesia ditopang para pekerja yang mengandalkan penghasilan harian untuk bertahan hidup. Di tengah ketidakpastian tentang akhir masa sulit ini dan bulan suci Ramadhan, Yayasan Anak Bangsa Bisa mengajak seluruh lapisan masyarakat bergotong-royong membantu para pekerja harian yang tetap bekerja keras dalam diam tanpa mengeluh,” ungkap Monica.

Sebagai sebuah yayasan yang didirikan oleh perusahaan karya anak bangsa, katanya Gojek telah menyalurkan bantuan berupa sembako untuk mitra driver di berbagai kota di Indonesia dan makanan gratis untuk para tenaga kesehatan.

Untuk semakin memperluas dampak Yayasan Anak Bangsa Bisa ke pekerja harian lainnya, Gojek bergotong-royong dengan berbagai pihak, termasuk Slank dan Kitabisa, untuk menginisiasi gerakan #SumbangSuara.

Di masa sulit seperti ini, lanjut Monica, para pekerja harian tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tapi juga dukungan moril.

“Sering kali mereka bekerja dalam diam, sekaranglah saatnya kita bisa memberikan suara kita untuk menyemangati mereka. Sekecil apapun dukungan kita akan berarti untuk mereka,” tambah Monica.

Kaka Slank mengatakan, pihaknya terinspirasi untuk berkolaborasi dengan Yayasan Anak Bangsa Bisa dan Kitabisa saat menemukan video seorang mitra driver Gojek yang juga seorang Slankers, yang viral di Twitter.

Di lagu tersebut, mitra driver Gojek tersebut menyanyikan lagu Slank yang berjudul “Ku Tak Bisa”, sambil menampilkan foto-foto para mitra driver Gojek yang sedang membantu sesama dengan membagikan makanan atau sembako.

“Video tersebut mengingatkan kami bahwa saat ini, khususnya di bulan suci Ramadhan, bukanlah waktu untuk saling berteriak mana yang paling perlu dibantu. Justru, setiap orang harusnya dapat menyisihkan sedikit rezeki, tenaga, atau waktu mereka, seperti yang dilakukan para mitra driver Gojek untuk membantu meringankan beban sesama karena kita semua sedang sama-sama susah,” tambahnya.

CEO Kitabisa.com, Alfatih Timur mengatakan, Kitabisa percaya Indonesia tidak pernah kehilangan orang baik. Bahkan di masa sulit seperti sekarang, kebaikan ini justru berlipat ganda.

Pria yang kerap dipanggil Timmy ini menambahkan, pihaknya mendukung gerakan #SumbangSuara untuk membantu mereka yang kehilangan penghasilan akibat pandemi Covid-19. “Semoga gotong-royong bersama Yayasan Anak Bangsa Bisa dan Slank ini bisa meringankan sedikit beban mereka.”

Untuk menyalurkan paket sembako tersebut, gerakan #SumbangSuara juga melibatkan berbagai lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.(rel)