Basamo Mako Jadi, Perantau Bentuk Forum Keluarga Minangkabau Bersatu

784
Ketua Umum Forum Keluarga Minangkabau Bersatu (FKMB), Indra Jaya ST.

Terbentuknya Forum Keluarga Minangkabau Bersatu (FKMB) di Kota Tangerang, 1 Mei 2021, diharapkan menjadi wadah bagi seluruh organisasi masyarakat (ormas) Minangkabau. FKMB terbentuk atas dasar permintaan ninik mamak, alim ulama Minangkabau untuk mempersatukan masyarakat Minangkabau di rantau dan kampung halaman.

Hal tersebut disampaikan oleh Indra Jaya ST, yang ditunjuk langsung oleh 13 perwakilan dari setiap kecamatan di Kota Tangerang sebagai Ketua Umum FKMB pada Sabtu 1 Mei 2021 tersebut.

Dalam kegiatan pembentukan FKMB tersebut, diisi dengan serah terima kaos, dan pelepasan seragam IKM, serta pemakaian kaos FKMB secara simbolis oleh Indra Jaya kepada seluruh pengurus FKMB yang disaksikan langsung oleh para tamu undangan, dan tokoh masyarakat yang hadir.

“Ninik mamak, cadiak pandai, dan alim ulama meminta agar seluruh masyarakat Minang yang ada di seluruh negeri agar dapat bersatu, tidak mempertahankan ego maupun kepentingan pribadi,” ujar Indra Jaya via telepon, Senin (31/5/2021).

Saat ini pengurus FKMB masih menunggu legalisasi dari Kemenkumham, dan Insya Allah akan dilakukan deklarasi 10 FKMB Wilayah. Deklarasi tersebut akan dilaksanakan di Kota Tangerang.

“Kami sudah mendaftar di Kemenkumham, dan kita punya keinginan agar FKMB ini menjadi organisasi yang mewadahi organisasi-organisasi Minang yang sudah ada,” ujar Indra Jaya.

Indra menambahkan bahwa dirinya pun berharap agar seluruh keluarga Minangkabau di FKMB dapat merangkul, mempersatukan masyarakat Minangkabau yang ada di perantauan. Dan segera akan mulai bergerak untuk bekerja.

Baca Juga:  Mendag: Program Migor Rakyat Manfaatkan Teknologi Digital

“Ke depan, kita akan segera melakukan konsolidasi, membentuk seluruh pengurus-pengurus yang ada di seluruh kabupaten kota (DPC) dan pengurus wilayah (DPW Provinsi), dan DPC dan kita juga akan melakukan Rakernas yang mana nantinya akan ada pembahasan bahwa pergerakan-pergerakan FKMB, baik itu sosial, atau lainnya ialah berasal dari basis bawah, hingga ke atas,” pungkas Indra.

Sejalannya waktu, pengurus FKMB sedang menjalankan program Jumat Barokah. “Sebagai organisasi masyarakat yang mempunyai visi sosial, saat ini kami sedang menggalakkan Jumat Barokah. Intinya, Kita mengharapkan perantau Minang mengembangkan program dalam bentuk atau format berbagi, yakni saling membantu dan bersinergi di lingkungannya. Tim-tim FKMB juga bergerak untuk mensosialisasikan FKMB dan membentuk pengurus di seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri,” jelasnya.

Terakhir Indra Jaya menyatakan bahwa kehadiran FKMB bukan sebagai pesaing namun wadah yang akan merangkul seluruh ormas Minang yang telah ada. “Semoga visi dan misi FKMB diterima oleh seluruh elemen masyarakat Minang.  Bersama ini, kami juga mengajak dan mengundang seluruh dunsanak kami, untuk bergabung dan bersatu dalam wadah FKMB dengan motto Basamo Makonyo Jadi, Basatu Makonyo Kuek,” tutup Indra Jaya. (hsn)