Belum Berani Bikin Rencana, Persebaya Tunggu Format Kompetisi Beres

8
Pelatih Persebaya Aji Santoso (tengah) belum berani bikin rencana untuk timnya, karena masih menunggu kepastian dari PSSI. (IST)

Belum ada penjelasan bagaimana format lanjutan kompetisi Liga 1 2020. ”Apakah formatnya masih sama seperti sebelumnya? Atau malah ada alternatif lain yang ditawarkan? Kami kan belum tahu,” kata Aji Santoso, pelatih Persebaya Surabaya, kepada Jawa Pos.

Nah, karena belum ada kejelasan format, Persebaya pun belum melakukan perencanaan secara matang. Terutama terkait dengan program latihan. Mereka baru menyusun perencanaan jika sudah ada kejelasan dari pihak PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Jika format kompetisi tidak berubah, artinya masih ada 31 laga yang harus dijalani tiap tim. Sebab, Liga 1 2020 memang baru berjalan tiga pekan. Dengan demikian, dibutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan kompetisi. ”Paling tidak delapan atau sembilan bulan baru selesai,” tambah Aji. Artinya, kompetisi baru tuntas pada tahun depan.

Itu jelas bukan opsi ideal. Sebab, kontrak pemain Green Force (julukan Persebaya) mayoritas akan habis pada Desember tahun ini. Praktis, jika kompetisi berlanjut sampai tahun depan, manajemen harus menyiapkan pembaruan kontrak bagi pemain. Termasuk bagi Aji yang kontraknya akan kedaluwarsa akhir musim ini. ”Tapi, kalau memang nanti keputusannya seperti itu, ya kami hanya bisa ikut,” tambah mantan kapten timnas tersebut.

Tapi, ada opsi untuk mengubah format kompetisi menjadi home tournament. Bagi pemain, opsi itu jadi yang paling masuk akal. Winger Oktafianus Fernando malah menilai sistem home tournament bakal menguntungkan pemain.

”Pemain nggak harus bepergian. Bisa menetap di suatu tempat,” jelas dia. Hanya, pemain yang akrab disapa Ofan itu meminta federasi tidak sembarangan menunjuk tuan rumah. ”Lebih baik dipilih daerah yang masih zona hijau,” tambahnya.

Aji sependapat dengan Ofan. Dia berharap pihak federasi benar-benar memperhatikan protokol kesehatan selama kompetisi berlangsung. ”Karena memang bahaya melanjutkan kompetisi saat pandemi seperti ini,” tuturnya.

Bahkan, jika tidak ditangani dengan serius, Aji yakin kompetisi bisa saja mandek lagi di tengah jalan. ”Kalau misalnya ada pemain yang positif (korona, Red), tim lawan juga pasti pikir-pikir mau main. Ragu-ragu semua. Bisa-bisa kompetisi malah berhenti lagi,” ujar Aji.

Arema FC Sudah Bersiap
Berbeda dengan Manajemen Arema FC. Mereka memastikan 15 Juli merupakan kickoff latihan berasama, karena merasa sudah mendapatkan kepastian dari PSSI bahwa kompetisi Liga 1 bakal digulirkan Oktober.

“Bismillah kita sambut new normal sepakbola kita dengan tetap menjaga kesehatan, menjaga sepak bola kita kembali pulih dengan pola hidup baru. Tanggal 15 Juli itu sesuai usulan tim pelatih dan semua menyambut antusias,” kata Media Officer Arema FC Sudarmaji.

Dengan adanya keputusan tersebut, timnya langsung bersiap diri mengingat pelaksanaan kompetisi musim 2020 dipastikan berbeda dengan sebelumnya karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya tuntas.

“Keputusan PSSI, kompetisi akan digulirkan Oktober. Semoga juga segera ditindaklanjuti dengan semua persiapan termasuk regulasinya utamanya protokol kesehatan,” katanya menambahkan.

Sebelumnya General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku lega dengan keputusan PSSI terkait dengan kelanjutan kompetisi tertinggi di Tanah Air setelah sebelumnya tertahan karena pandemi Covid-19.

PSSI merilis Surat Keputusan Bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020. SKEP tersebut ditandatangani oleh ketua umum PSSI pada 27 Juni dan diumumkan secara resmi 28 Juni.

“Jujur dengan adanya surat ini kami lega, mungkin ini menyangkut waktu jika digelar Oktober kita sudah harus memikirkan soal jadwal dan persiapan. Kita akan komunikasikan ini dengan tim pelatih untuk dijadikan pertimbangan dalam memulai persiapan,” kata Ruddy.

Seperti tim Liga 1 lainnya, tim yang berjuluk Singo Edan itu juga memberikan kesempatan pada pemainnya untuk berlatih di rumah masing-masing. Namun, semuanya dalam kontrol jajaran tim pelatih. (gus/jpg)