Karantina Pemain di Hotel bila Premier League Mulai Mei

Para pemain Chelsea berlari saat sesi latihan jelang menjamu Bayern Munchen pada leg pertama baak 16 besar Liga Champions, di Cobhan Training Ground, Inggris, Senin (24/2/2020). (AFP)

Nasib perjalanan Premier League musim 2019–2020 akan kembali dibahas besok (3/4). Pembahasan akan melibatkan perwakilan 20 klub bersama dewan Premier League. Sebelumnya, pada pertemuan 19 Maret lalu, diputuskan bahwa Premier League bisa dimulai Mei mendatang.

Namun, sebagaimana diberitakan Daily Mail kemarin (30/3), klub-klub sudah ancang-ancang melakukan sentralisasi pemain lagi jika jadwal baru dimulainya Premier League keluar.

Ada berbagai spekulasi tentang lanjutan kompetisi Premier League ke depan. Salah satunya, laga digelar tanpa penonton. Namun, laga tersebut tetap disiarkan langsung oleh kanal televisi pemegang hak siar.

Usul berikutnya, jika laga digelar Mei, klub harus melakukan karantina hotel buat pemainnya. Artinya, selama masa kompetisi lanjutan berlangsung, para pemain tidak boleh meninggalkan hotel.

Chief Executive Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) Inggris Gordon Taylor termasuk salah seorang yang menyetujui usulan pertandingan digelar tertutup. Dan, para pemain dilokalisasi di satu hotel.

Menurut Taylor, dengan melakukan karantina kepada pemain di hotel, seandainya Premier League dilanjutkan, akan mudah terdata siapa saja orang-orang yang bersinggungan dengan pemain. ’

’Kita tahu pandemi Covid-19 membuat semua orang bisa terkena dan tertular. Namun, dengan pembatasan lingkungan dan deteksi dini, termasuk meminimalkan interaksi, semuanya bisa berjalan,” jelas Taylor.

Salah satu sumber Daily Mail di dewan Premier League mengungkapkan, dengan sentralisasi, hanya ada tiga area perpindahan lokasi pemain. Yakni, hotel, lokasi latihan, dan stadion tempat pertandingan digelar.

“Memang akan memicu stres karena para pemain ini tak akan bertemu keluarga dan komunikasi hanya dilakukan via telekonferensi. Namun, lokalisasi pemain di satu hotel adalah ide terbaik jika memang kompetisi dimulai dengan kondisi stadion tertutup,” tutur sumber itu.

Salah satu tim yang sudah terbiasa melakukan sentralisasi di hotel sebelum bertanding di laga kandang adalah Manchester United. Skuad United selalu menginapkan pemainnya H-1 pertandingan di Hotel Lowry, Manchester. Mereka menginap dan berangkat bersama dari hotel sebelum dan saat pertandingan.

Namun, sejak beberapa bulan terakhir, kebiasaan itu digeser pelatih United Ole Gunnar Solskjaer. Pemain diberi waktu bertemu keluarga dan santai sebelum pertandingan. Dan, pada hari H pertandingan, pemain baru berangkat bersama dari Hotel Lowry.

Chief Executive Richard Masters kepada The Sun mengatakan, semua keputusan soal kapan kompetisi mulai bergulir lagi, apakah pertengahan Mei atau malah mundur Juni, dikembalikan kepada klub.

Masters juga menaruh konsentrasi pada kontrak dengan pemegang hak siar seandainya kompetisi Premier League 2019–2020 dihentikan. Sebagai regulator, mereka akan menanggung beban uang yang sangat besar kepada pemegang hak siar Premier League.

“Premier League, EFL, dan PFA setuju jika keputusan untuk tetap menggulirkan laga akan dikomunikasikan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. Kerja keras semua pihak akan dilakukan demi mencari solusi di kondisi saat ini,” pungkas Masters. (*)