Tak Peduli Korona, Liga Belarusia Tetap Bergulir

Bate Borisov, salah satu klub elite di Liga Belarusia. (AFP)

Vysheyshaya Liga atau Liga Primer Belarus mulai mendapat atensi dari dunia. Seiring viral menjadi satu-satunya liga kasta teratas di Eropa yang masih bergulir di tengah pandemi Covid-19, Vysheyshaya Liga memikat banyak stasiun televisi asing untuk bekerja sama.

Dilansir di laman resmi ABFF (Federasi Sepak Bola Belarus) kemarin (30/3), sepuluh stasiun televisi asing ingin membeli hak siar kompetisi yang musim ini baru berjalan dua pekan tersebut. Tiga stasiun televisi di antaranya adalah Match (Rusia), Futbol 1 TV (Ukraina), plus layanan tayangan berbasis streaming Fan Code dari India.

Tentu itulah sejarah ter—sendiri bagi Vysheyshaya Liga. Sejak bergulir pada 1992, liga tersebut hanya ditayangkan stasiun televisi lokal. Awal musim ini, ABFF malah kelimpungan mencari pemegang hak siar. Sampai akhirnya, perusahaan telekomunikasi milik pemerintah, Beltelecom, setuju menayangkan 201 laga, termasuk Piala Belarus. Tujuh musim sebelumnya, hak siar dipegang Minsk TV.

ABFF tidak menyebutkan nominal dari hak siar yang dijual ke sepuluh stasiun televisi luar Belarus tersebut. ’’Yang jelas, kami tidak bermaksud memanfaatkan keadaan demi bisnis,’’ tegas Juru Bicara ABFF Alexander Aleinik di laman resmi federasi.

Selain nekat bergulir, liga yang diikuti 16 klub itu memperbolehkan kehadiran penonton. Padahal, di Belarus sudah ada 62 kasus Covid-19 yang positif. Meski, 32 kasus di antaranya berhasil sembuh.

Naik pamornya Vysheyshaya Liga turut dirasakan Dinamo Minsk, salah satu tim ternama liga tersebut. Bukan dari televisi, melainkan di media sosial. Dilansir Inside Sport, klub kedua Belarus setelah BATE Borisov yang mampu menambus fase grup Liga Europa 2014–2015 itu mengalami kenaikan jumlah fan base-nya. Baik di Twitter dengan 41,2 ribu pengikut maupun 5.000 pengikut di Instagram. (*)